Megawati Akui Sulit “Menebak” Hati Nahdliyin
NU Online · Selasa, 15 Juli 2008 | 02:16 WIB
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengakui cukup kesulitan menebak hati para kiai dan santri serta warga NU (Nahdliyin). Meski demikian dirinya merasa sudah akrab dengan Nahdliyin.
"Terus terang, para sahabat saya dari NU masih sulit ditebak. Kendati sudah akrab, tapi masih tanda tanya besar, kemana sebetulnya angin akan bertiup," katanya di Probolinggo, Jawa Timur, Senin (14/7), memulai road show dua hari sehubungan dengan kampanye pemilihan gubernur Jatim.<>
PDIP mengusung mantan Sekjennya, Sutjipto, sebagai calon gubernur (cagub) berpasangan dengan calon wakil gubernur (cawagub) Ridwan Hisjam yang juga Ketua DPD Ormas Kosgoro 1957 Jatim.
Di hadapan para pimpinan pondok pesantren, ulama, tokoh masyarakat, Bupati dan Walikota Pasuruan serta kader PDIP Megawati mengatakan, kelima pasangan cagub-cawagub Jatim kali ini nyaris tak ada satu pun yang tidak merupakan anggota NU atau kaum Nahdliyin.
"Tetapi saya tidak tahu, apa kata hati para sahabat ini. Mau kemana sesungguhnya mereka. Semua pasangan ada NU-nya. Apa karena memang para santri ini sekarang terlalu demokratis, atau berjalannya proses demokratisasi yang kian menonjol di kalangan NU," katanya, seperti menyindir.
"Buktinya kan ada beberapa calon gubernur dan wakil gubernur dari kalangan NU," katanya disambut senyum oleh mayoritas ulama yang hadir.
Mantan Presiden RI itu menuturkan pernah mendapat pelajaran dari Gus Dur tentang bagaimana cara memahami para kiai. Dia juga pernah bersama Ketua Umum PBNU KHA Hasyim Muzadi maju sebagai pada Pilpres 2004.
"Tetapi itu tadi, sulit menebak hati para sahabat NU ini. Terus terang, para kiai dan ulama ini belum dapat saya raba (hatinya). Sudah manggut-manggut, saya kira sudah saya pegang, eh.. ternyata lepas juga," katanya. (ant/sam)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua