Menag: Antisipasi Radikalisasi Agama dengan Dialog
NU Online · Selasa, 16 Maret 2010 | 10:20 WIB
Radikalisasi agama dirasa makin mencekam dengan tindakan sekelompok orang yang mengatasnamakan agama dalam tindakan-tindakan yang merugikan kepentingan umum, seperti jihad dalam aksi bom bunuh diri.
Menteri Agama Suryadharma Ali menilai dialog adalah jalan yang tepat untuk mengantisipasi radikalisasi agama. Menurut Menag, radikalisasi pemahaman keagamaan sering melanda kelompok-kelompok yang jarang berdialog.<>
"Sekarang kan berkembang pemikiran di keagamaan. Ada yang menyimpang, ada yang juga radikasilasi pemahaman keagamaan. Tak ada kata lain untuk mengurangi radikalisasi selain dengan dialog dan saling tukar menukar pemahaman keagamaan," tuturnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (15/3).
Menurut Menag, kelompok yang jarang berdialog umumnya hanya menerima pemahaman keagamaan dari satu sumber saja. Suryadharma meyakini itu tidak terjadi pada kalangan yang selalu terbuka pada ruang dialog.
"Mekanismenya ya dengan sering datang berdialog, berdiskusi apa makna jihad, misalnya begitu, dengan berbicara makna memerangi pihak lain, bolehkah membunuh orang lain yang tidak membunuh," lanjutnya.
Menurut Suryadharma, ruang dialog merupakan cara jitu untuk mengubah cara berpikir seseorang.(sam)
Terpopuler
1
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
2
Usai Gus Kikin Terpilih, Ini Susunan Tim Formatur PBNU Masa Khidmah 2026-2031
3
Profil Gus Kikin yang Terpilih Jadi Ketum PBNU Hasil Muktamar Ke-35
4
Rais Aam Terpilih Setujui Lima Calon Ketua Umum PBNU, Musyawarah Penentuan Segera Dimulai
5
Ketum PBNU Terpilih Gus Kikin: Qanun Asasi Bakal Jadi Pedoman Perjalanan NU Abad Kedua
6
Gus Kikin Sampaikan Pidato Perdana Usai Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Terkini
Lihat Semua