Mencintai Nabi Otomatis Mendekatkan Diri kepada Allah
NU Online · Sabtu, 13 Maret 2010 | 00:51 WIB
Umat Muslim diharapkan mencintai Nabi Muhammad dengan segala konsekwensinya. Sebagai tanda cinta, dibuktikan dengan berbagai macam pengorbanan. Karena dengan mencintai Nabi, otomatis akan lebih mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Sehingga bisa menjadi bekal untuk menghadapi kematian.
"Walau bagaimanapun, kita akan menghadapi mati. Dan kematian itu pasti adanya tanpa bisa di tawar-tawar. Sedangkan untuk lebih mencitai nabi, kita harus mengetahui secara mendalam tentang sifat tauladan Nabi,” pesan Habib Agil Sholeh Al-Athos ketika berceramah dalam peresmian Masjid Agung Brebes yang dibarengkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (11/3).<>
Lebih lanjut Habib Agil menjelaskan, kelak di alam barzah (alam kubur) manusia berada dalam kegelapan dan membutuhkan penerang. Sedangkan penerang yang dibutuhkan adalah amal ibadah manusia selama hidup di muka bumi.
"Dalam perjalanan dialam kubur yang gelap gulita, tentu kita membutuhkan penerang. Lampu penerang itu, tiada lain Al-Qur'an dan sholawat yang kita baca setiap saat,” ujar Habib Agil di depan ribuan jamaah.
Fase selanjutnya setelah kematian, manusia akan menghadapi hadangan api neraka yang tidak dapat dipadamkan dengan air dunia. Sementara cara memadamkan api neraka di akhirat kelak adalah dengan amal jariyah dah shodakoh.
"Sehingga, ketika kita bersodaqoh untuk membangun masjid dan kita pergi ke Masjid untuk Sholat, membaca Al-Qur'an dan peribadatan lainnya, pada hakekatnyakan adalah untuk kepentingan kita di akhirat kelak. pungkasnya Habib Agil. (Was)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?
2
Para Kiai Sepuh Sampaikan Seruan Moral Jelang Muktamar Ke-35 NU, Soroti Penggalangan Dukungan Calon AHWA
3
Khutbah Jumat: Belajar Menjadi Orang yang Amanah dan Profesional dari Rasulullah
4
PWNU Jateng Deklarasikan Muktamar Ke-35 NU yang Jujur, Bersih, Terbuka, Beradab
5
Kiai-Kiai Sepuh Harap Muktamar Ke-35 NU Berjalan Baik, Jujur, Adil, dan Berakhlakul Karimah
6
Data Terbaru Gempa NTT: 78 Meninggal Dunia, 907 Luka-Luka, 92 Ribu Warga Mengungsi, 4.256 Gempa Susulan
Terkini
Lihat Semua