Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar mencoba mengikuti keteladanan Gus Dur yang menjaga pluralisme, dengan melakukan silaturahim dengan etnis tionghoa menjelang imlek.
"Kita akan meneruskan perjuangan Gus Dur, maka PKB akan tetap berada di garis terdepan untuk menjaga pluralisme dan kebhinnekaan Indonesia," ujar Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar dalam acara Silaturahmi dan Refleksi Imlek 2561, bersama sejumlah tokoh Tionghoa dan organisasi pejuang anti diskriminasi, di Jakarta, Jum'at (12/2).<>
Menurutnya, bersama Gus Dur, Indonesia berhasil mengakhiri masa-masa diskriminasi, dengan dicabutnya Inpres No. 14/1967. Namun, Indonesia kini lebih maju lagi setelah memiliki UU Kewarganegaraan dan UU Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.
"Bahkan pada Pemilu 2009 yang lalu, warga Tionghoa yang selama puluhan tahun dibatasi hak-hak politiknya, mulai menunjukkan peran di bidang politik dan birokrasi, yang secara aktif dan menjadi DPR, Menteri, Walikota, dan Bupati," ujar Muhaimin.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini megharapkan di tahun baru imlek berlambangkan macan ini, Indonesia dapat menghadapi tantangan globalisasi. "Di tahun macan ini identik dengan kemandirian, maka untuk menghadapi globalisasi, kita harus memikiki kemandirian dan ketahanan di bidang pangan, ekonomi dan energi," tandas pria yang akrab disapa Cak Imin ini. (min)
Terpopuler
1
Prof Ainun Na'im, Guru Besar Akuntansi yang Jadi Bendahara Umum PBNU
2
Innalillahi, Mustasyar PBNU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Wafat
3
Jejak Karier Mohammad Nuh: Dari Menteri hingga Katib Aam PBNU 2026-2031
4
Hari Santri 2026, PBNU Instruksikan Apel Serentak, Layanan Sosial, Ziarah Ulama, hingga Mujahadah Palestina
5
PBNU Terbitkan Pedoman Pelaksanaan Hari Santri 2026
6
Kelas Publik Dekolonisasi Bahas Cara Melepas Pengaruh Kolonial dalam Kehidupan
Terkini
Lihat Semua