Muhammadiyah Pertimbangkan Gelar Kiai untuk Juru Dakwahnya
NU Online · Senin, 15 Februari 2010 | 08:01 WIB
Selama ini, Muhammadiyah diidentikkan dengan kelompok Islam di daerah perkotaan dan upaya untuk melakukan dakwah di daerah pedesaan kurang berhasil dibandingkan dengan apa yang dilakukan NU.
Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur Prof Syarif A Mughni berpendapat untuk memaksimalkan upaya dakwah di daerah pedesaan, bahasa dan peristilahan yang digunakan juga harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat. Salah satu yang diusulkan adalah penggunaan gelar kiai untuk juru dakwah Muhammadiyah, yang selama ini sering menggunakan label ustadz.<>
''Karena itu, Muhammadiyah sedang mempertimbangkan pemakaian gelar kiai bagi juru dakwahnya. Kita memang tidak mungkin hanya melakukan dakwah pada kalangan elite. Kita juga melakukan dakwah kultural untuk masyarakat di lapisan bawah,'' tutur Syafiq di Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), akhir pekan lalu.
Mantan rektor Muhammadiyah Sidoarjo itu menegaskan, dakwah bagi masyarakat menengah ke bawah bisa dilakukan dengan berbagai cara. Bahkan, tidak sedikit yang dilaksanakan melalui pembinaan secara riil dan instensif. Diakuinya, dakwah kultural masih belum memberi hasil yang maksimal.
Sebagai indikator, papar dia, belum banyak lapisan masyarakat bawah di daerah-daerah terpencil yang menerima Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan keagamaan dengan baik. ''Tingkat akseptabilitas masih rendah,'' ujarnya seperti dilansir oleh harian Republika. Kondisi itu mengantarkan posisi Muhammadiyah di daerah pada kalangan tertentu saja.
Bahkan, juru dakwah dan tokoh-tokoh Muhammadiyah di daerah terpencil kesulitan untuk melakukan pendekatan secara khusus pada masyarakat, karena komunikasi yang perlu diperbaiki. Syafiq sepakat perlunya melakukan rekonstruksi strategi dakwah pada masyarakat lapisan bawah.
Strategi khusus itu, tutur dia, salah satunya dengan pemakaian gelar kiai. ''Ide pemakaian gelar kiai mungkin perlu dipertimbangkan. Sebab, masyarakat kita lebih percaya pada penyandang gelar kiai ketimbang gelar profesor,'' papar dia. (mad)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat Dzulqadah: Bulan Damai di Tengah Dunia yang Gemar Bertikai
2
Khutbah Jumat: Jangan Halalkan Segala Cara Meski Hidup Sedang Sulit
3
Khutbah Jumat: Menghidupkan Tradisi Membaca di Zaman Serba Instan
4
Khutbah Jumat: Hari Bumi Sedunia, Mari Jaga Alam Kita
5
Khutbah Jumat: Meneladani Persahabatan Nabi dengan Alam
6
Khutbah Jumat: Membuka Jendela Dunia Melalui Budaya Membaca
Terkini
Lihat Semua