Setelah Israel mengumumkan gencatan senjata sepihak dalam perang dengan Hamas. Pasukan negara Yahudi itu menarik diri dari sejumlah posisi penting di dan sekitar Kota Gaza.
"Pasukan darat mundur ke arah pagar perbatasan Israel di Jalur Gaza bagian timur dan utara," kata beberapa saksi mata di Jalur Gaza Minggu (19/1).Tampak para prajurit yang berjalan keluar dari jalur pesisir yang porak-poranda tersebut.<>
Militer juga mengkonfirmasi bahwa pasukan Israel telah memulai penarikan bertahap dari Jalur Gaza. "Saya bisa mengkonfirmasi bahwa penarikan bertahap dari Jalur Gaza mulai dilakukan," kata seorang jurubicara militer Israel kepada kantor brtita AFP.
Penarikan itu dilakukan setelah Perdana Menteri Israel Ehud Olmert pada Sabtu, 17 Januari dini hari memerintahkan diakhirinya operasi-operasi ofensif di Gaza setelah pertempuran 22 hari yang dirancang untuk mengakhiri penembakan roket Hamas ke wilayah Israel itu.
Namun, dalam pernyataannya itu Olmert mengatakan bahwa pasukan Israel tetap berada di wilayah tersebut dan akan balas menembak jika mereka diserang.
Secara terpisah, Hamas juga mengumumkman gencatan senjata sepekan untuk memberi waktu Israel menarik diri dari wilayah itu.
"Kami dalam gerakan-gerakan perlawanan Palestina mengumumkan gencatan senjata di Jalur Gaza dan menuntut pasukan musuh ditarik dalam waktu sepekan dan membuka semua lintasan perbatasan agar bantuan kemanusiaan dan barang kebutuhan pokok bisa masuk," kata Mussa Abu Marzuk, wakil kepala politbiro Hamas, di Damaskus.
Dalam pernyataannya, Olmert mengatakan, ia ingin menarik pasukan Israel dari Jalur Gasa "secepat mungkin" setelah gencatan senjata sepihak Israel itu.
"Kami tidak tertarik menetap di Jalur Gaza, kami ingin pergi secepat mungkin," ujar Olmert pada pertemuan dengan para pemimpin Eropa yang tiba di Yerusalem setelah menghadiri pertemuan puncak di Mesir yang membahas perang Gaza.
Sedikitnya 1.300 orang Palestina, termasuk lebih dari 400 anak, tewas dan 5.300 orang cedera di Jalur Gaza sejak Israel meluncurkan serangan ofensif terhadap Hamas pada 27 Desember.
Selama perang 22 hari itu, sekolah, rumah sakit, bangunan PBB dan ribuan rumah rusak terkena gempuran Israel, dan Pemerintah Palestina menyatakan bahwa jumlah kerugian prasarana saja mencapai 476 juta dolar.
Penghentian serangan itu dilakukan setelah negara Yahudi tersebut memperoleh janji dari Washington dan Kairo untuk membantu mencegah penyelundupan senjata ke Gaza, hal utama yang dituntut Israel bagi penghentian perang. (inl)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
3
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
4
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
5
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
6
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
Terkini
Lihat Semua