PBNU Gelar Tujuh Hari Tahlil untuk Rozy Munir
NU Online · Senin, 22 Februari 2010 | 09:33 WIB
Atas meninggalnya ketua PBNU HM Rozy Munir, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan tahlil selama tujuh hari sebagaimana tradisi yang dijalankan jika ada pengurus NU yang meninggal.
Tahlil diselenggarakan pukul 13.00 yang diikuti oleh para pengurus, aktifis serta karyawan PBNU, dipimpin oleh kepala sekretariat PBNU H Hayat. Bacaan Yasin mengawali pembacaan tahlil yang berlangsung sekitar 30 menit ini.<>
Suasana tahlil berlangsung khusu’ dan tampak wajah-wajah duka menyelimuti para jamaah tahlil. Tampak diantaranya ketua Pagar Nusa Fuad Anwar.
Pembacaan Yasin dan tahlil juga sudah dilangsungkan di rumah keluarga di Desa Pakukuhan, kecamatan Mojosari Mojokerto. Salah satu kerabat di Mojokerto, M Habibullah menjelaskan, menurut rencana, sebelum disemayamkan, keluarga dan kerabat di Mojokerto juga akan diberi kesempatan untuk melakukan sholat Janazah.
Almarhum akan dimakamkan di komplek makam keluarga yang terletak di samping kiri rumah kediaman. Ia akan dikebumikan disamping ayahnya KH Munasir Ali. Ia merupakan anak pertama dari 14 bersaudara dari pasangan Munasir Ali dan Wakiyah. Ia meninggalkan seorang istri Hj Mufidah Munir, tiga orang anak, Avianto Muhtadi, Benny Syaaf dan Citra Fitra Agustina. Dari putra pertamanya, telah lahir tiga orang cucu.
Sejumlah pejabat direncanakan hadir dalam prosesi pemakaman, diantaranya Menteri Agama Suryadharma Ali, Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf, dan Pejabat pemerintahan daerah kabupaten serta para pengurus NU Jawa Timur.
Sejumlah karangan bunga dari berbagai institusi dan organisasi yang pernah menjadi dijalani atau menjadi mitranya tampak memenuhi pelataran rumah keluarga yang berada di jalan raya Pakukuhan Mojosari Mojokerto. (mkf)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat Dzulqadah: Bulan Damai di Tengah Dunia yang Gemar Bertikai
2
Khutbah Jumat: Jangan Halalkan Segala Cara Meski Hidup Sedang Sulit
3
Khutbah Jumat: Menghidupkan Tradisi Membaca di Zaman Serba Instan
4
Hukum Mengubur Ikan Sapu-Sapu Hidup-hidup, Bolehkah?
5
Khutbah Jumat: Hari Bumi Sedunia, Mari Jaga Alam Kita
6
Khutbah Jumat: Meneladani Persahabatan Nabi dengan Alam
Terkini
Lihat Semua