Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten Sumenep menyatakan PCNU netral dalam pemilu mendatang. PCNU kabupaten Sumenep tidak akan terlibat dalam dukung-mendukung calon atau partai politik tertentu.
PCNU Sumenep selama ini juga telah tegas memberikan peringatan kepada para pengurus dan banom di wilayahnya yang masuk ke jalur politik. Demikian dinyatakan Ketua PC NU Sumenep KH Abdullah Cholil, di Kantor PCNU kabupaten Sumenep, Sabtu (10/1).<>
Cholil mengatakan, dalam Islam tidak ada larangan untuk berpolitik. Tetapi, agama juga mengajarkan tatacara berpolitik yang benar. Lebih lanjutia mengingatkan, berpolitik yang baik dan benar tidak seenaknya melakukan intrik dan gerakan.
"Berpolitik hendaknya bisa menimbang mafsadat (dampak negatif) dan mashlahat (dampak positif) yang akan ditimbulkan. Dengan kehati-hatian, bisa meredam keresahan masyarakat," paparnya.
PCNU kabupaten Sumenep juga berharap pagelaran pemilu yang akan berlangsung beberapa bulan ke depan dapat berjalan dengan aman dan tidak menyalahi aturan. PCNU Sumenep ingin menyatukan pandangan tentang mekanisme berpolitik yang benar dan tidak menyalahi ketentuan yang diajarkan agama.
Harapan ini disampaikan PCNU kabupaten Sumenep di hadapan para peserta silaturahim yang bertajuk "Urun rembuk tentang mekanisme berpolitik yang benar dan tidak saling menyudutkan". Hadir dalam acara yang bertempat di di aula kantor PCNU ini, para petinggi partai, anggota KPUD, dan panwas pemilu. Puluhan elite partai, anggota KPUD, panwas, dan jajaran PCNU se-kabupaten Sumenep.
Ketua PC NU Sumenep KH Abdullah Cholil menegaskan, pertemuan tersebut murni untuk merekatkan ikatan persaudaraan di antara sesama. Pihaknya mengundang tokoh partai politik guna menyatukan pandangan tentang mekanisme berpolitik yang benar dan tidak menyalahi ketentuan yang diajarkan agama. (min)
Terpopuler
1
Ini Jadwal Lengkap Agenda Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang
2
KH Ma’ruf Amin: Calon Ketua Umum PBNU Harus Punya Kapasitas Manajerial dan Teknokratis
3
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
4
Muktamar NU: Absennya Tema Besar dan Agenda Kerakyatan
5
Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad dan Dalil-Dalilnya
6
Terima Kunjungan Gus Yahya, Kiai Kafabih Lirboyo Sampaikan Pesantren Harus Turun Tangan agar NU Lebih Baik
Terkini
Lihat Semua