Pengembangan Fikih Perlu Diimbangi Sains
NU Online · Kamis, 11 Maret 2010 | 00:22 WIB
Pengembangan di bidang fikih perlu diimbangi dengan pengembangan di bidang sains. Selama ini fikih terlalu dominan di kalangan umat Islam, sementara sains kurang mendapatkan perhatian.
Kehadiran Nahdlatul Ulama Mobile Observatory atau disingkat NUMO diharapkan menjadi bagian dari pengembangan sains umat Islam Indonesia, khususnya di bidang astronomi.<>
Demikian disampaikan anggota Biro Litbang Lajnah Falakiyah Hendro Setyanto saat mendemonstrasikan NUMO atau Nahdlatul Ulama Mobile Observatory di halaman gedung PBNU, Jakarta, Rabu (10/3) malam.
“Ilmu Falak sendiri merupakan perpaduan dari ilmu fikih dan sains. Selama ini fikih berkembang tetapi sains tidak. Melalui NUMO ini mudah-mudahan merupakan bagian dari pengembangan sains itu,” kata Hendro.
Menurut alumni Pesantren Tebuireng ini, NUMO dapat digunakan untuk observasi bulan terutama untuk rukyatul hilal awal bulan, observasi matahari terutama untuk mengetahui waktu shalat, dan observasi gerhana matahari, dan gerhana bulan, dan mengukur arah kiblat.
Muji Raharto dari Bosca Lembang dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas upaya Lajnah Falakiyah PBNU dalam mencerdaskan masyarakat, terutama di bidang astronomi.
“Melalui NUMO ini masyarakat bisa belajar langsung kepada para pakar Falak di PBNU, dan sebaliknya para pakar di PBNU bisa mengunjungi berbagai tempat untuk memperkenalkan lebih jauh ilmu falak kepada masyarakat,” katanya.
Cecep Nurwenda dari Planetarium Jakarta pada kesempatan itu menyatakan terkesan dengan NUMO. “Mobilnya sih sederhana menurut saya. Tapi filosofinya sangat luar biasa,” katanya. (nam)
Terpopuler
1
Suyudi Ario Seto Segera Dilantik Presiden Prabowo sebagai Kapolri Hari Ini
2
Khutbah Jumat: Pentingnya Ikhlas dan Meluruskan Niat dalam Beramal
3
Wajah Baru Kepengurusan PBNU 2026-2031: Masuk Dua Tokoh Disabilitas di Kepengurusan
4
Khutbah Jumat: Memperkuat Akidah di Tengah Munculnya Keraguan tentang Tuhan
5
Dilantik Jadi Wantimpres, Kiai Said Siap Berikan Pertimbangan Konstruktif untuk Presiden
6
Khutbah Jumat: Bercanda dan Batasannya dalam Islam
Terkini
Lihat Semua