Peringatan Haul Merupakan Bentuk Kepatuhan Anak
NU Online · Senin, 14 Februari 2011 | 23:45 WIB
Peringatan Haul para ulama merupakan bentuk kepatuhan anak terhadap orang tua, karena dengan peringatan dapat kembali mengingat kembali jasa-jasa para ulama semasa hidup. Dengan haul para ulama, diharapkan generasi selanjutnya dapat mengingat kembali kebaikan-kebaikan, terutama keberkahan ilmu yang diberikan.
"Kita tidak dapat mengetahui apa yang meski kita lakukan sehingga perlu adanya orang yang menuntun kita. Guru adalah salah satu yang menunjukan untuk berbuat baik dan menjadi pembaik. Untuk itulah penghormatan terhadap orang yang telah berjasa kepada kita mestinya perlu dilakukan dengan cara-cara yang baik seperti haul, jelas Habib Tohir Alkaf dalam Haul Pendiri Pondok Pesantren Misbahul Huda al-Amiriyah, Tegal.
>
Habib tohir asal Pekalongan ini juga menuturkan, kematian dapat menjemput manusia kapan pun juga. Sehingga perlu persiapan setiap waktu untuk menghadap Allah. Padalah tidak seorangpun tahu kapan ajal menjemput, terutama dikarenakan manusia lebih asik memikirkan harta yang dimiliki.
Haul Pendiri Pondok pesantren Misbahul Huda al-Amiriyah KH Amir Rosyidi dan KH Sepudin Amir yang digelar akhir pekan lalu di halaman kediamannya ini, Desa Kambangan Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal dibanjiri pengunjung.
Kekharismatikan kedua tokoh tersebut dapat terlihat ketika Alumni dan ribuan masyarakat memadati peringatan haul sekaligus peringatan Maulid nabi Muhammad saw. Tampak pula para kiai dan habaib yang berjejer dengan unsur Muspida dan muspika.
Dalam kesempatan tersebut juga habib Tohir mengajak belajar mencintai Nabi. Menurutnya, Nabi merupakan sosok yang sepanjang hidupnya selalu memikirkan umatnya. "Kecintaan inilah yang perlu kita pelihara dengan baik agar kelak kita mendapatkan syafaat," tandasnya. (miz)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
3
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
4
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
5
Iuran Lomba 17 Agustus: Gotong Royong atau Justru Bisa Jadi Judi? Ini Batas Hukumnya
6
Jelang Muktamar Ke-35 NU, PBNU Bakal Cek Kesiapan Lokasi dan Istighotsah Terbatas di Jombang pada 20 Agustus 2026
Terkini
Lihat Semua