Politisi PKB: Klub Poligami Bisa Timbulkan Persoalan
NU Online · Senin, 19 Oktober 2009 | 21:44 WIB
Peluncuran klub poligami asal Malaysia, Poligami Ikhwan, terus menuai kritik. Diluncurkannya klub ini ke publik dikhawatirkan akan menarik para pria yang tadinya tidak berniat, justru malah melakukan poligami.
Demikian dikatakan politisi Partai Kebangkitan bangsa (PKB)Â yang juga seorang aktivis perempuan Nursyahbani Katjasungkana di Jakarta, Senin (19/10). Menurutnya peluncuran tersebut adalah hal yang memprihatinkan.<>
"Saya merasa prihatin kalau dikampanyekan di publik seperti itu. Itu bisa menimbulkan persoalan," kata Nursyahbani.
lebih lanjut, Nursyahbani memaparkan, kehadiran klub Poligami Ikhwan bukanlah hal yang baru secara ide. Pengusaha Ayam Bakar Wong Solo, Puspo Wardoyo, juga memprakarsai dibentuknya komunitas serupa bernama Masyarakat Poligami Indonesia (Mapolin).
Dalam pandangannya, selama tidak dikampanyekan, keberadaan komunitas poligami tetap harus dihormati. Alasannya, poligami masih mempunyai dasar hukum yakni UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
"Namun Masalahnya UU Perkawinan kita masih memperbolehkan poligami atas seizin istri," kata mantan anggota DPR dari PKB itu seperti dilansir situs detik.com.
Sehingga, lanjutnya, yang perlu dilakukan adalah dengan pendekatan kultural keagamaan. Misalnya, lewat para ulama yang mempunyai tafsir menentang poligami.
"Ulama kan ada yang mengatakan boleh dan ada juga yang mengatakan tidak," tegas mantan Direktur LBH Apik ini. (min)
Terpopuler
1
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
2
Kemenag Buka Pelatihan Ekoteologi 2026, Ini Syarat dan Jadwal Pendaftarannya
3
Kemenag Buka Lima Program Non-Degree 2026, Pendaftaran 5-12 Oktober
4
Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid, Pelita Keteladanan Sang Bu Nyai, Ahli Riyadhah, dan Politisi
5
UU Satu Data Indonesia Disahkan, Transfer Data ke Luar Negeri Wajib Persetujuan DPR
6
Hari Ke-22 Operasional, Tim SAR Temukan 2 Jasad Korban KM Virgo Transport 8
Terkini
Lihat Semua