Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) bersikap santai menghadapi evaluasi 100 hari kerja kabinet Indonesia Bersari (KIB) II oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). PPP bahkan tak khawatir dengan isu 'pemecatan' dari parpol mitra koalisi.
"PPP selama ini merasa biasa-biasa saja, karena kami yakin tetap on the track. Kami tetap baik-baik saja, karena kami masih berada di jalur yang benar dalam koalisi," kata Ketua DPP PPP Lukman Hakim Saefuddin di Jakarta, Sabtu (16/1).<>
Menurut Lukman, PPP hingga saat ini selalu menjaga nilai-nilai kebersamaan antar parpol mitra dan nonkoalisi SBY. PPP yakin tidak ada pengingkaran kesepakatan bersama parpol koalisi.
"PPP tidak khawatir atau deg-degan, dan saya kira tidak ada hubungan antara evaluasi dengan ketakutan parpol yang diisukan akan dikeluarkan dari koalisi," ungkap Wakil Ketua MPR ini.
Lukman mengatakan, program 100 hari adalah program awal menteri tentang pelaksanaan program-program yang ditargetkan KIB II. Ia menilai secara prinsip kinerja para menteri KIB II tidak ada yang buruk.
"Atas dasar itu juga saya tidak yakin presiden akan melakukan perombakan kabinet," tandasnya. (min)
Terpopuler
1
Prof Ainun Na'im, Guru Besar Akuntansi yang Jadi Bendahara Umum PBNU
2
Innalillahi, Mustasyar PBNU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Wafat
3
Jejak Karier Mohammad Nuh: Dari Menteri hingga Katib Aam PBNU 2026-2031
4
Hari Santri 2026, PBNU Instruksikan Apel Serentak, Layanan Sosial, Ziarah Ulama, hingga Mujahadah Palestina
5
PBNU Terbitkan Pedoman Pelaksanaan Hari Santri 2026
6
Kelas Publik Dekolonisasi Bahas Cara Melepas Pengaruh Kolonial dalam Kehidupan
Terkini
Lihat Semua