Warta

RMI dan Bank Mandiri Dorong Kewirausahaan di Pesantren

NU Online  ·  Jumat, 3 Februari 2012 | 13:20 WIB

Pasuruan, NU Online
Bank Mandiri terus merealisasikan komitmennya untuk menciptakan kewirausahaan tangguh guna mendorong peningkatan perekonomian tanah air.

Hal itu diungkapkan Dirut Bank Mandiri, Zulkifli Zaini dalam Workshop Peningkatan Kewirausahaan Masyarakat Lewat Pesantren di Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini Areng-areng, Sambisirah, Wonorejo, Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (3/2).
<>
Workshop yang dilaksanakan Bank Mandiri bekerja sama dengan Rabithah Ma'ahid Islamiyah NU diikuti sekitar 400 santri dari Pasuruan, Malang, Probolinggo, Lumajang, dan Situbondo.

Workshop yang berlangsung selama sehari tersebut mendatangkan narasumber pengusaha nasional Ainur Rofiq, serta sejumlah finalis dan pemenang Wirausaha Muda Mandiri, seperti Ridwan Abadi, Fauzan Hangriawan, Fauzan T. Hananto yang akan memnyampaikan pengalamannya, serta kiat-kiat berwirausaha.

Zulkifli mengungkapkan, pengembangan kewirausahaan di lingkungan pesantren merupakan program tindak lanjut yang sebelumnya telah dilaksanakan di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Program serupa juga akan dikembangkan lagi ke perguruan tinggi agama Islam.

Zulkifli juga mengatakan, pengembangan kewirausahaan di pesantren juga dapat menumbuhkan sentra ekonomi yang dapat mensejahterakan masyakarat di sekitarnya. Sebab, lanjut Zulkiifli, keberadaan pesantren di tengah masyarakat memiliki makna strategis untuk megembangkan sentra ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Pesantren juga telah lama mengakar di masyarakat. Hal ini merupakan kekuatan yang dapat membangkuitkan semangat masyarakat dalam meraih kemajuan hidup," kata Zulkifli.

Dijelaskan, melalui program tersebut Bank mandiri ingin terus meningkatkan ketrampilan santri pondok pesantren se- Jawa Timur untuk menumbuhkan sense of business sehingga tercipta wirausaha-wirausaha muda yang potensial.

Zulkifli berharap para santri yang telah mengikuti program kewirausahaan, selepas dari pesantren nanti tidak lagi mencari pekerjaan, tapi sebaliknya mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Zulkifli juga mengungkapkan, para santri yang telah mengikuti prgram kewirausahaan nantinya masih akan terus mendapatkan pendampingan kemitraan. Disebutkan, total dana pendampingan kemitraan yang telah disediakan Bank Mandiri dari 2-3 persen dari total laba pada tahun 2011 mencapai Rp 109 miliar.

Ketua Umum Rabithah Ma'ahid Islamiyah NU, Amin Haidir mengatakan, program kewirausahaan yang dilaksanakan di peantren sangat cocok dengan watak pesantren yang sejak lahiur hingga kini memang bersifat swasta.

"Seluruh pondok pesantren di Indonesia memang swasta, sehingga kegiatan yang diprakarsai Bank Mandiri tersebut sangat tepat untuk pengembangan kewirausahaan," kata Amin Haidar.

Disebutkan, jumlah pondok pesantren yang tergabung dakam Rabithah Ma'ahid Islamiyah NU jumlahnya mencapai 23 ribu pesantren yang di dalamnya mendidik sekitar 4 juta santri. sehingga jika seluruh santri tersebut berhasil diberdayakan menjadi wirausaha yang mandiri, dipastikan bangsa Indonesia bakal makmur.

Selain menggelar workshop kewirausahaan, Bank Mandiri dalam kesempatan tersebut juga menyerahkan bantuan hibah senilai Rp 350 juta untuk merefitalisasi masjid, dan pengadaan komputer Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini Areng-areng, Sambisirah, Wonorejo, Pasuruan.


Redaktur: Mukafi Niam
Sumber  : Antara

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang