Tahlil juga Digelar di Malaysia
NU Online · Senin, 8 Februari 2010 | 05:34 WIB
Sekitar 100 warga NU di Malaysia membacakan tahlil untuk memperingati 40 hari wafatnya mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Ahad malam.
"Acara ini merupakan kecintaan warga NU di Malaysia kepada Gus Dur yang meninggal pada tanggal 30 Desember 2009. Kami mengirimkan doa bagi beliau dengan tahlil," kata Machrodji Maghfur, Ketua Pasomaja (Paguyuban Solidaritas Masyarakat Jawa) dan Ketua PKB Cabang Malaysia.<>
Wakil Dubes RI Tatang B Razak tampak hadir mewakili Dubes RI Da`i Bachtiar dalam acara yang diisi pula ceramah dari pengurus NU Cabang Malaysia, H. Tunggul itu.
"Satu hari setelah Gus Dur meninggal, warga NU dan masyarakat Jawa di Kuala Lumpur dan sekitarnya juga membacakan tahlil untuk Gus Dur," ujarnya.
Tatang B Razak menyampaikan terima kasih kepada warga NU dan masyarakat Jawa yang telah proaktif mengadakan tahlil 40 hari meninggalnya Gus Dur.
"Respons duka cita warga Indonesia di Malaysia atas meninggalnya Gus Dur sangat bagus. KBRI juga mengadakan tahlil pada satu hari setelah beliau meninggal yang diikuti sekitar 200 orang," katanya.
Selain itu, respons pemerintah Malaysia dan perwakilan asing juga sangat bagus.
"Mantan PM Malaysia Mahathir dan wakil Menlu Malaysia mengisi buku duka cita di KBRI. Sebanyak 37 perwakilan asing, di antaranya 15 duta besar negara asing mengisi buku duka cita di KBRI," katanya. (ant/mad)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat Dzulqadah: Bulan Damai di Tengah Dunia yang Gemar Bertikai
2
Khutbah Jumat: Jangan Halalkan Segala Cara Meski Hidup Sedang Sulit
3
Khutbah Jumat: Menghidupkan Tradisi Membaca di Zaman Serba Instan
4
Khutbah Jumat: Hari Bumi Sedunia, Mari Jaga Alam Kita
5
Khutbah Jumat: Meneladani Persahabatan Nabi dengan Alam
6
Khutbah Jumat: Membuka Jendela Dunia Melalui Budaya Membaca
Terkini
Lihat Semua