Tayangan mitos dan mistis di berbagai saluran TV sangat membahayakan penontonnya sekaligus mendorong umat Muslim menjadi musyrik.
"Tayangan mitos mendorong orang untuk meminta bantuan ke dukun, ahli sihir dan paranormal. Bila tayangan itu terus menerus disajikan orang akan terpengaruh dan berbuat sama," kata ketua Majelis Ulama Indonesia Bangka Belitung, KH. Usman Fathan, di Pangkalpinang, Senin.<>
Ia meminta rumah produksi yang membuat paket tayangan bertema mitos menghentikan pembuatan tayangan-tayangan bertema seperti itu. "Orang jualan cerita mitos dalam bentuk sinetron dan film layar lebar seakan menghibur tapi bahaya dibaliknya besar," ujarnya.
Ia meminta umat Islam memboikot tayangan tersebut, baik melalui majelis taklim maupun dari dalam keluarga, sampai rating tayangan mitos itu menjadi rendah. "Pada akhirnya sesuai dengan tuntutan pasar yang mengutamakan keuntungan, tayangan dengan rating rendah akan disingkirkan. Cara-cara seperti itu perlu dilakukan oleh umat Islam," ujarnya.
KH. Usam menilai institusi resmi seperti Komite Penyiaran Indonesia (KPI) tidak bisa diharapkan lagi kiprahnya karena lembaga ini hanya sebatas mengimbau tanpa bisa mengeluarkan larangan.
Ia minta agar keluarga Muslim mempelopori untuk tidak lagi menonton tayangan sinetron yang menjual mitos, keculasan, kecurangan, hura-hura, pamer adagen seksi dan kekerasan. (ant)
Terpopuler
1
Logo Munas dan Konbes NU 2026, Unduh di Sini
2
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
3
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
4
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
5
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
6
Gelar Konfercab X, PCINU Australia-New Zealand Tegaskan Wajah Diaspora NU yang Inklusif dan Bermanfaat
Terkini
Lihat Semua