Para tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung, mengharapkan konflik agama selesai dan berhenti di era globalisasi ini.
"Sebaiknya pembatalan, bukan penangguhan, sebab itu adalah penghinaan agama. Secara pribadi saya tidak menginginkan konflik dan tragedi keagamaan di berbagai penjuru dunia terulang kembali," kata Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al Mukmin, di Kampung Tanjungratu, Kecamatan Pakuanratu, Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung, ustadz Abdul Karim, Sabtu (11/9).
/>
Lebih lanjut terkait rencana pembakaran Al Quran oleh pemimpin sekte evangelis di Florida, Amerika Serikat (AS), Terry Jones, masyarakat tidak perlu bereaksi berlebihan. "Masyarakat khususnya umat Islam tidak perlu anarkis atau terpancing ulah sensasional Tery Jones atau pihak-pihak tidak bertanggung jawab di belakang rencana tersebut. Kasihan pihak-pihak yang tidak tahu menahu, intinya jangan mengorbankan orang lain, sebab Islam tidak megajarkan itu," ujarnya.
Menurutnya, di era globalisasi ini sebaiknya seluruh penduduk dunia menjaga dunia yang sudah tua supaya kondusif dengan berbagai kegiatan positif.
Sementara itu, pustakawan Nuwa Lebah Institute, Susana Ekawati mengatakan tragedi keagamaan sama dengan tragedi kemanusiaan.
"Dunia beserta penduduk di dalamnya seharusnya dewasa, literatur berbagai konflik agama hanya menjatuhkan korban, baik manusia dan harta benda, sebaiknya dibaca ulang, jadi bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk," ujarnya.
Ia juga mengharapkan, pemimpin sekte evangelis, Tery Jones, membatalkan rencana pembakaran kitab suci umat Islam, bukan sekedar menangguhkan. (ant)
Terpopuler
1
PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026–2031 Hari Ini
2
Susunan Lengkap Kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026-2031
3
Kabar Baik, Kemenhaj Turunkan Masa Tunggu Haji Jadi 14 Tahun
4
Hari Ke-15 Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Tenggelam: 2 Jenazah Ditemukan, 69 Masih Hilang
5
Wajah Baru Kepengurusan PBNU 2026-2031: Masuk Dua Tokoh Disabilitas di Kepengurusan
6
Gaji Guru dan Nakes PPPK Ditanggung APBN 2027 Sebesar Rp23 Triliun
Terkini
Lihat Semua