BPBD Kota Medan lakukan evakuasi warga menggunakan perahu karet di Kota Medan, Sumatra Utara, Kamis (29/10/2026). (Foto: Dok BPBD Kota Medan)
Jakarta, NU Online
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (29/10/2026), mengakibatkan 2.200 rumah terendam. Sebanyak 2.405 kepala keluarga (KK) atau 7.930 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, 468 warga mengungsi dan 106 orang dievakuasi setelah terjebak di dalam rumah akibat luapan sejumlah sungai menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Yunita Sari, mengatakan seluruh warga yang dievakuasi berhasil diselamatkan.
“Rumah yang terdampak sebanyak 2.200 unit rumah, 2.405 Kepala Keluarga (KK), 7.930 jiwa terdampak dengan jumlah pengungsi 468 jiwa dan jumlah evakuasi warga sebanyak 106 jiwa,” ujarnya dalam keterangan yang diterima NU Online, Jumat (30/10/2026).
Dari total pengungsi, terdapat 34 balita, 134 anak-anak, 230 perempuan dewasa, dan 70 lanjut usia (lansia). Mereka menempati sejumlah lokasi pengungsian, mulai dari masjid hingga kantor kelurahan. Sementara itu, genangan air dilaporkan mulai surut di beberapa kelurahan.
Yunita menjelaskan, dampak banjir paling besar tercatat di Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia. Di kawasan Jalan Kelambir, sebanyak 3.280 jiwa terdampak, sedangkan di Jalan Puskesmas tercatat 2.000 jiwa.
Tiga Daerah Aliran Sungai Meluap
Menurut Yunita, banjir dipicu hujan yang mengguyur Kota Medan sejak Rabu (28/10/2026) sore hingga malam, disertai hujan di daerah pegunungan. Kondisi tersebut menyebabkan debit air sejumlah sungai meningkat hingga meluap ke permukiman warga.
Tiga daerah aliran sungai (DAS) yang mengalami kenaikan debit air meliputi DAS Deli, DAS Babura, dan DAS Sei Belawan atau Sunggal. Salah satu wilayah terdampak adalah Kelurahan Aur yang berbatasan langsung dengan Sungai Deli. Air mulai memasuki permukiman warga sekitar pukul 23.00 WIB.
Di Kampung Aur, tercatat 394 jiwa terdampak dan 46 orang mengungsi. Para pengungsi terdiri atas empat balita, 15 anak-anak, 21 orang dewasa, dan enam lansia.
Yunita menyampaikan bahwa BPBD Kota Medan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan perahu karet untuk mengevakuasi warga, terutama kelompok rentan. Petugas juga menyalurkan bantuan awal berupa nasi tanggap dan air mineral.
Sebagai upaya mengurangi risiko banjir berulang, BPBD Kota Medan merencanakan pembangunan bendungan di Lingkungan II, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia.
"Kita akan bangun bendungan untuk mengurangi risiko bencana banjir. Sudah disiapkan, tinggal pelaksanaan," ujar Yunita.