Banjir Kembali Rendam Aceh Utara, Ansor Minta Penanganan Serius
Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:30 WIB
Genangan Banjir di Desa Meunasah Krueng Alue Bungkok Aceh Utara, Kamis (14/5/2026). (Foto: Tiktok/@liasafrida)
Aceh Utara, NU Online
Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur kawasan tersebut selama dua hari terakhir. Luapan Krueng Keureuto dan Krueng Pirak menyebabkan permukiman warga di beberapa kecamatan terendam dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 40 sentimeter.
Ketua Gerakan Pemuda Ansor Aceh Utara, Adni Fajri, meminta pemerintah dan seluruh pihak terkait memberi perhatian serius terhadap persoalan banjir yang terus berulang setiap musim hujan di wilayah Aceh Utara.
Menurutnya, masyarakat saat ini tidak hanya membutuhkan penanganan darurat ketika banjir terjadi, tetapi juga solusi jangka panjang agar bencana serupa tidak terus terulang dari tahun ke tahun.
“Banjir yang terus berulang ini harus menjadi perhatian bersama. Jangan hanya bergerak saat air naik, tetapi harus ada langkah nyata untuk mencegah dampak lebih besar di masa mendatang,” ujar Adni Fajri, Jumat (15/5/2026).
Ia menilai kondisi sungai yang mengalami pendangkalan serta lemahnya sistem mitigasi menjadi salah satu penyebab banjir mudah meluas ke permukiman masyarakat ketika curah hujan meningkat di wilayah hulu.
Karena itu, Ansor Aceh Utara mendorong adanya normalisasi sungai dan penguatan infrastruktur pengendalian banjir agar masyarakat tidak terus hidup dalam ancaman bencana setiap musim penghujan.
“Kita berharap pemerintah serius melakukan normalisasi sungai dan memperkuat langkah mitigasi. Masyarakat tidak boleh terus-menerus hidup dalam kecemasan setiap hujan deras turun,” katanya.
Adni juga mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat kondisi cuaca masih belum stabil dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, masyarakat perlu terus memantau perkembangan debit air sungai dan segera melakukan langkah penyelamatan apabila kondisi mulai membahayakan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap siaga, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai. Keselamatan keluarga harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Selain berdampak terhadap rumah warga, banjir juga mulai mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, terutama petani, pedagang kecil, dan warga yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian di kawasan terdampak.
Ansor Aceh Utara juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial dalam membantu warga terdampak banjir.
“Musibah seperti ini harus dihadapi bersama. Masyarakat yang terdampak membutuhkan dukungan, kepedulian, dan bantuan dari semua pihak,” kata Adni.
Ia turut mengapresiasi relawan, aparat keamanan, dan masyarakat yang bergerak cepat membantu warga di sejumlah titik terdampak banjir.
Sementara itu, Kapolres Aceh Utara, Trie Aprianto, melalui Kasi Humas Bambang menyampaikan bahwa pihak kepolisian bersama jajaran polsek terus melakukan pemantauan debit air di wilayah terdampak guna mengantisipasi kemungkinan banjir meluas.
Menurutnya, curah hujan tinggi selama dua hari terakhir menyebabkan debit air Krueng Keureuto dan Krueng Pirak meningkat hingga meluap ke permukiman warga di Kecamatan Matangkuli dan Pirak Timu.
“Saat ini hujan sudah berhenti, namun masyarakat tetap diminta waspada karena apabila hujan kembali turun di wilayah hulu, debit air dapat kembali meningkat,” ujar AKP Bambang.
Kepolisian Resor Aceh Utara juga mengimbau masyarakat segera melapor kepada aparat desa maupun petugas apabila terjadi kondisi darurat atau peningkatan debit air yang membahayakan keselamatan warga.