Daerah

Banjir Rendam 12 Desa di Aceh Tenggara, 1.324 Jiwa Terdampak

Jumat, 18 September 2026 | 07:00 WIB

Banjir Rendam 12 Desa di Aceh Tenggara, 1.324 Jiwa Terdampak

Warga mengamankan barang di rumahnya yang terendam banjir di Kabupaten Aceh Tenggara. sejak Ahad(13/9/2026) malam. (BPBD Aceh Tenggara)

Aceh Tenggara, NU Online

Banjir melanda 12 desa di enam kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara sejak Ahad  (13/9/2026) malam. Sebanyak 363 kepala keluarga atau 1.324 jiwa terdampak bencana tersebut.

 

Berdasarkan laporan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Rabu (16/9/2026) pukul 10.10 WIB, banjir terjadi sekitar pukul 21.30 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Aceh Tenggara sejak sore hari.

 

Kondisi tersebut menyebabkan debit Sungai Lawe Bulan, Lawe Kisam dan Lawe Kinga meningkat hingga memicu banjir serta membawa material kayu dan batu.

 

Banjir berdampak di Desa Pulonas, Kota Kutacane, Pulo Latong, Gumpang Jaya dan Kutacane Lama di Kecamatan Babussalam. Kemudian Desa Pulonas Baru dan Lawe Rutung di Kecamatan Lawe Bulan.

 

Selanjutnya Desa Pancar Iman dan Kuning I di Kecamatan Bambel, Desa Peseluk Pesimbe di Kecamatan Deleng Pokhkison, Desa Kuta Lesung di Kecamatan Lawe Sumur, serta Desa Simpang Empat Tanjung di Kecamatan Darul Hasanah.

 

BPBA mencatat air dan lumpur sempat masuk serta menggenangi rumah warga. Banjir juga menyebabkan sejumlah tanggul Sungai Lawe Bulan, Lawe Kisam dan Lawe Kinga jebol.

 

Dua unit jembatan Billy yang menjadi akses penghubung antarkecamatan turut terdampak. Jembatan tersebut sebelumnya telah ditinjau Kementerian Pekerjaan Umum saat melakukan kunjungan ke Aceh Tenggara..

 

Selain itu, tanggul sementara di sekitar jembatan Desa Simpang Empat Tanjung, Kecamatan Darul Hasanah, dilaporkan amblas. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. BPBA juga mencatat tidak ada warga yang mengungsi.

 

BPBD Aceh Tenggara telah melakukan kajian cepat, mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk pendataan, serta menurunkan satu unit alat berat excavator ke lokasi terdampak.

 

Hingga Rabu pagi, kondisi air dilaporkan sudah surut. Petugas masih melakukan pemantauan dan pendataan terhadap dampak banjir di sejumlah lokasi.

 


Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Aceh, Azwar A. Gani, meminta mengajak masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca dan debit sungai dapat berubah sewaktu-waktu.

 

Ia berharap seluruh unsur, mulai dari BPBD, pemerintah daerah, pemerintah pusat, aparat, relawan, organisasi kepemudaan hingga masyarakat dapat terus bersinergi dalam penanganan bencana.

 

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kita berharap tidak ada lagi korban dan pemerintah dapat bergerak cepat ketika masyarakat menghadapi bencana,” pungkasnya.