Daerah

Banjir Rendam Lima Kelurahan di Binjai, 4.554 Jiwa Terdampak

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Banjir Rendam Lima Kelurahan di Binjai, 4.554 Jiwa Terdampak

Evakuasi warga terdampak banjir di Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumut, Senin (12/10/2026). (BPBD Kota Binjai)

Jakarta, NU Online

Banjir yang melanda Kota Binjai, Sumatra Utara, sejak Sabtu (10/10/2026) malam masih dalam penanganan pemerintah daerah. Hujan berintensitas tinggi menyebabkan kenaikan muka air Sungai Bingai dan Sungai Mencirim hingga sekitar 310 sentimeter. Sebanyak 1.222 kepala keluarga (KK) atau 4.554 jiwa terdampak banjir di lima kelurahan.

 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Utara Tuahta Ramajaya Saragih mengatakan, hingga Selasa (13/10/2026), pemerintah daerah bersama BPBD masih melakukan penanganan, pendataan dampak, dan pemantauan kondisi di lokasi terdampak.

 

Tuahta mengatakan, di Kecamatan Binjai Selatan, banjir melanda Kelurahan Rambung Timur dan Kelurahan Mencirim. Total warga terdampak di kecamatan tersebut mencapai 537 KK atau 1.906 jiwa.

 

“Di Kelurahan Rambung Timur, banjir berdampak terhadap 78 KK atau 200 jiwa di Lingkungan I dan 95 KK atau 250 jiwa di Lingkungan IV,” ujarnya dalam keterangan yang diterima NU Online, Rabu (14/10/2026).

 

Sementara itu, di Kelurahan Mencirim, banjir berdampak terhadap warga di Lingkungan I sebanyak 250 KK atau 1.000 jiwa, Lingkungan II sebanyak 75 KK atau 300 jiwa, Lingkungan IV sebanyak 14 KK atau 56 jiwa, Lingkungan VI sebanyak 20 KK atau 80 jiwa, serta Lingkungan VII sebanyak lima KK atau 20 jiwa.

 

Di Kecamatan Binjai Kota, jumlah warga terdampak banjir mencapai 685 KK atau 2.648 jiwa. Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Setia, Tangsi, dan Berngam.

 

Di Kelurahan Setia, banjir berdampak terhadap sembilan KK atau 36 jiwa di Lingkungan I, delapan KK atau 32 jiwa di Lingkungan II, 110 KK atau 440 jiwa di Lingkungan III, 130 KK atau 520 jiwa di Lingkungan IV, 250 KK atau 1.000 jiwa di Lingkungan V, serta 98 KK atau 392 jiwa di Lingkungan VI.

 

Adapun di Kelurahan Tangsi, sebanyak 20 KK atau 57 jiwa di Lingkungan IV turut terdampak. Sementara itu, di Kelurahan Berngam, banjir berdampak terhadap 18 KK atau 59 jiwa di Lingkungan VII, tujuh KK atau 15 jiwa di Lingkungan VIII, satu KK atau tiga jiwa di Lingkungan XI, 24 KK atau 69 jiwa di Lingkungan XII, dan 10 KK atau 25 jiwa di Lingkungan XIII.

 

Tuahta mengatakan, hingga laporan tersebut disampaikan, tidak ada laporan korban meninggal dunia maupun luka-luka akibat banjir.

 

Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar sungai dan kawasan rawan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga diminta tidak memaksakan diri menyeberangi sungai ketika arus sedang deras.

 

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kami mengimbau warga untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas, dan segera melakukan evakuasi apabila kondisi di lingkungan tempat tinggal semakin membahayakan,” katanya.