Daerah

IAID Darussalam Martapura Bahas Transformasi Digital Bisnis Islam di Seminar Internasional

Jumat, 22 Mei 2026 | 20:00 WIB

IAID Darussalam Martapura Bahas Transformasi Digital Bisnis Islam di Seminar Internasional

Seminar bertajuk The 2nd Darussalam International Conference on Islamic Economic and Finance pada Kamis (21/5/2026). (Foto: Ahmad Mursyidi)

Banjar, NU Online

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Martapura di Banjar Kalimantan Selatan menggelar seminar internasional bertajuk The 2nd Darussalam International Conference on Islamic Economic and Finance pada Kamis (21/5/2026).

 

Kegiatan yang mengusung tema Digital Transformation and Strategic Management in Islamic Business: Diving, Innovation, Sustainability, and Global Competitiveness ini dilaksanakan di Auditorium KH. Bahruddin, Rektorat Lantai 3 IAID Darussalam Martapura.

 

Dekan FEBI IAID Darussalam Martapura, Haya Zabidi mengatakan bahwa tema ini sangat relevan dengan tantangan dan peluang zaman sekarang 

 

"Era digital telah mengubah cara manusia berinteraksi, bertransaksi dan mengelola bisnis," ungkap dekan yang jjuga merupakan Wakil Mustasyar PCNU Kab.Banjar 2025-2030

 

Menurutnya, transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan melainkan sebuah kebutuhan strategis untuk menjaga berkelanjutan dan daya saing dalam lembaga dalam institusi.


"Dalam konteks ekonomi dan Islam transformasi digital harus berjalan seiring degan nilai-nilai syariah, prinsip keadilan, transparan serta tanggung jawab sosial


Oleh karena itu, dunia akademik memiliki tanggung jawab yang besar untuk menghadirkan pemikiran, riset, dan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat global tanpa meninggalkan prinsip-prinsip etika Islam


"Kami meyakini bahwa konferensi ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan gagasan-gagasan ilmiah, memperkuat jejaring kolaborasi internasional serta mendorong lahirnya inovasi baru dalam perkembangan ekonomi dan keuangan Islam," ungkapnya


Seminar lnternasional tersebut menghadirkan narasumber akademisi dan pakar dari tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. 

 

Dari Malaysia hadir Mohamad Yazis Bin Ali Basah, pensyarah dari Universiti Sains Islam Malaysia, kemudian dari Brunei Darussalam hadir Muhammad Fuad bin Matahir, Assistant Lecturer sekaligus At-Tamayyuz Coordinator Universiti Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam, selain itu, dari Indonesia turut menjadi narasumber Guru Besar UIN Antasari Banjarmasin, M. Fahmi Al Amruzi.

 

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Muhammad Syauqi SHI.MH mengatakan melalui tema ini bagaimana transformasi digital dan manajemen mampu menjadi motor penggerak bagi inovasi berkelanjutan serta daya saing bisnis Islam di kancah global.

 

"Antusiasme peserta pada Seminar Internasional kedua ini sangat luar biasa dan inklusif, tercatat ada 141 peserta melalui sistem hybrid, dengan perincian ada 56 orang hadir secara offline di ruangan ini sisanya 85 orang hadir secara online melalui platform virtual," jelasnya


Ia mengatakan bahwa seminar ini diikuti oleh akademis dari 31 kampus se-Indonesia yang membentang dari Sumatra hingga Papua antara lain IAI Darussalam Martapura, UIN Antasari Banjarmasin, Unlam Banjarmasin, STIE Nasional Banjarmasin, STAI Al Falah Banjabaru, UINSI Samarinda, Universitas Tadulako Palu, Universitas Mataram, Universitas Udayana Bali, Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar.

 

"Universitas Negeri Makassar, Universitas Pattimura Maluku, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Kudus, Universitas Negeri Semarang, UIN Salatiga, UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, STIE Ganesha, STIE Bandar Lampung, Universitas Lampung, STIE Bengkulu, UIN Toha Jambi, UIN Syiah Kuala, USK Padang, UIN Malang dll," lanjutnya.


Adapun papers yang masuk berjumlah 23 yang terdiri dari 6 papers dari IAID, 8 papers UIN Antasari Banjarmasin, 6 papers Universitas Negeri Makassar, 1 papers Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, 1 papers Universitas Bengkulu dan 1 papers dari UIN Palangkaraya.

 

IAID​​​​​ merupakan kampus di bawah yayasan Pondok Pesantren Darussalam yang dipimpin oleh KH Kasyful Anwar dan KH. Abdul Qadir Hasan (Guru Tuha), pembawa NU pertama di luar Jawa.