Koalisi Masyarakat Sipil Soroti Pengerahan TNI dan Komcad dalam Aksi Indonesia Bangkrut
NU Online Ā· Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:00 WIB
Aparat TNI dan Polri saat menghadapi pendemo, Jumat (12/5/2026) di Jakarta. (Foto: NU Online/Haekal)
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan melalui Muhammad Isnur menyatakan bahwa pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pengamanan Aksi Indonesia Bangkrut tidak sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Isnur menanggapi keterlibatan personel TNI dalam pengamanan Aksi Indonesia Bangkrut yang berlangsung di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026). Aksi yang semula direncanakan digelar di Bundaran Hotel Indonesia (HI) itu bergeser ke kawasan sekitar Thamrin setelah adanya blokade aparat keamanan.
āDalam negara demokrasi, mobilisasi militer seharusnya hanya menjadi opsi terakhir ketika seluruh aparatur sipil sudah tidak mampu mengendalikan situasi yang ada,ā katanya kepada NU Online, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Isnur, dalam sistem demokrasi, penanganan unjuk rasa pada dasarnya merupakan ranah aparat sipil dan penegak hukum yang memiliki mandat untuk menjaga ketertiban umum.
āKoalisi memandang pengerahan TNI untuk menghadapi aksi demonstrasi di beberapa titik di Jakarta adalah kebijakan yang keliru,ā jelasnya.
Selain itu, Isnur menyoroti pengerahan Komponen Cadangan (Komcad) sebagaimana tercantum dalam Surat Nomor B/752/VI/2026/BACADNAS. Menurutnya, hal tersebut merupakan persoalan serius yang perlu mendapat perhatian publik.
āDalam sistem pertahanan negara, Komcad dibentuk sebagai sumber daya yang dipersiapkan untuk memperkuat komponen utama dalam menghadapi ancaman terhadap pertahanan negara,ā katanya.
āKarena itu, penggunaan Komcad harus dilakukan secara hati-hati, proporsional, akuntabel, dan berdasarkan parameter ancaman yang jelas,ā sambungnya.
Pantauan NU Online pada Jumat (12/6/2026) menunjukkan puluhan anggota TNI dan Polri menghadang massa aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) dan kelompok masyarakat sipil yang hendak menuju Bundaran HI.
Sejumlah massa aksi sebelumnya telah berkumpul di sekitar Bundaran HI. Sekitar pukul 14.30 WIB, mereka bergerak menuju Jalan MH Thamrin untuk bergabung dengan massa aksi BEM UI yang lebih dahulu dihadang aparat keamanan.
āBuka, buka, buka pintunya. Buka pintunya sekarang juga,ā teriak sejumlah peserta aksi yang meminta aparat membuka blokade.
Berdasarkan seruan aksi yang diterima NU Online, massa menilai Indonesia memiliki sumber daya yang besar, tetapi kesejahteraan masyarakat belum terwujud secara merata. Mereka juga menyoroti persoalan kemiskinan yang masih dihadapi sebagian masyarakat.
Dalam aksi tersebut, BEM UI menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah, yakni menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), menghentikan militerisme di ranah sipil, serta meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah.
Terpopuler
1
Maju Calon Ketua Umum PBNU, Gus Yusuf Soroti Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Pesantren
2
Khutbah Jumat: Menyeimbangkan Antara Percaya Takdir dan Tuntutan Menjaga Kesehatan
3
Khutbah Jumat: Menjaga Kesehatan dengan Berolahraga, Ikhtiar Menjaga Amanah dari Allah
4
Gus Rozin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Bawa Misi Benahi Organisasi
5
Kongres Umat Islam Indonesia Usulkan Pembentukan Danantara Syariah untuk Konsolidasikan Ekonomi Umat
6
Prabowo Tuding Masih Ada Londo Ireng dengan Wajah Wartawan hingga LSM
Terkini
Lihat Semua