Daerah

Kader IPNU-IPPNU Pacu Kreatifitas melalui Sampah

Selasa, 31 Januari 2012 | 01:51 WIB

Kudus, NU Online
Sampah bagi sebagian orang adalah barang tak berguna. Bahkan, di kota-kota besar seperti Jakarta sampah menjadi masalah tersendiri. Namun, hal itu tak berlaku pada anak-anak Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PR IPNU IPPNU) Samirejo.

Sabtu (28/1) puluhan kader IPNU-IPPNU setempat mengikuti pelatihan pemanfaatan limbah plastik diolah menjadi sebuah dompet yang diselenggarakan di Balai Desa Samirejo kecamatan Dawe Kudus. Acara ini diadakan PR IPNU-IPPNU Samirejo Dawe bekerjasama dengan Kelompok Usaha Pemuda Produktif (KUPP) Karang Taruna Loram Wetan Jati Kudus.
<>
Menurut  ketua IPNU Samirejo, Ahmad Kirom  pelatihan ini dimaksudkan memberi pemahaman sekaligus praktek pemanfaatan sampah plastik yang didaur ulang menjadi sesuatu yang berguna.

“Pelatihan ini penting sekali kaitannya dengan lingkungan yang memacu  proses kreatif,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan ketua KUPP Karang Taruna Loram Wetan, Muh Taufifiqurrahman. Menurutnya, Selama ini masyarakat belum banyak tahu pemanfaaatan limbah plastik, khususnya bungkus mie maupun bungkus lainnya.

“Jika dibuang sampah plastik tak bisa diurai oleh tanah. Nah, dengan mendaur ulang kita bisa meminimalisasi masalah lingkungan itu,” jelasnya.

Dari praktek tersebut, terlihat dari bahan yang dipakai berasal dari bahan yang sangat mudah didapat seperti bungkus mie instan, bisbane (bahan pinggiran tas), perekat dan pita. Sementara peralatannya staples dan lilin.

Selaku fasilitator, Taudiqurrahman menjelaskan untuk membuat satu dompet dibutuhkan 20 hingga 25 bungkus mie instan. Terkait langkah-langkahnya adalah  buka bungkus menjadi lembaran-lembaran lalu , lipat lembaran kemudian rekatkan dengan lem lilin. Selanjutnya anyamlah lipatan tersebut menjadi pola dompet.

“Agar lebih rapi bisa direkatkan dengan staples. Finishing, dompet dapat dipercantik dengan pita dan perekatan bisbane.” terangnya

Pelatihan daur ulang tersebut mendapat perhatian peserta yang  sangat antusias sekali, dan mengaku senang dengan diadakan pelatihan ini. “Pelatihan mendaur ulang sampah menjadi dompet ini sangat menyenangkan dan sangat kreatif,” tutur salah seorang peserta.

Tak ketinggalan, Shofwatul Mawadah selaku ketua PR IPPNU Samirejo berharap dari pelatihan ini kader dapat tanggap dengan lingkungan dalam hal ini limbah plastik.


Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Abdurrochim, Qomarul Adib


Terkait