Daerah

Kekeringan di Gunung Kidul, LAZISNU DIY Salurkan 30 Ribu Liter Air Bersih ke Saptosari

Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Kekeringan di Gunung Kidul, LAZISNU DIY Salurkan 30 Ribu Liter Air Bersih ke Saptosari

Penyaluran air bersih ke Saptosari Gunung Kidul DIY, Agustus 2026 (Foto: LAZISNU DIY)

Gunung Kidul, NU Online

NU Care-LAZISNU bersama JPZISNU Lintang Jagad dan Warga Saptosari, Gunung Kidul menyalurkan bantuan berupa 30 ribu liter air bersih kepada masyarakat di wilayah Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terdampak kekeringan.


Penyaluran air bersih ini merupakan bagian dari kepedulian NU Care-LAZISNU DIY terhadap masyarakat yang menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Gunung Kidul.

 

Ketua LAZISNU DIY, Dinik Fitri Rahajeng Pangestuti, menyampaikan bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama untuk keperluan konsumsi, memasak, serta kebutuhan rumah tangga sehari-hari.


Menurutnya, penyaluran air bersih merupakan bentuk nyata kepedulian NU dan para donatur terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat kekeringan.


“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, ketika ada saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan mendapatkan air, LAZISNU DIY berupaya hadir untuk membantu meringankan beban mereka,” ujarnya dalam rilis yang diterima NU Online, Kamis (27/8/2026).

 

Ia menambahkan, program bantuan air bersih akan terus diupayakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dukungan dari para donatur serta masyarakat luas.


“Kami mengajak masyarakat untuk terus bergotong royong membantu saudara-saudara kita yang terdampak kekeringan. Setiap bantuan yang diberikan, sekecil apa pun, sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” tambahnya.


Masyarakat penerima bantuan menyambut baik penyaluran air bersih tersebut. Bantuan ini dinilai sangat membantu di tengah terbatasnya ketersediaan sumber air di wilayah Saptosari.

 

Mengutip laman resmi bpbd.jogjaprov.go.id, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih kering akibat pengaruh El Niño.

 

Potensi krisis air bersih mendorong Kabupaten Gunungkidul dan Bantul menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan. Gunungkidul lebih awal menetapkan status tersebut melalui Keputusan Bupati Nomor 154/KPTS/2026, berlaku 1 Juni hingga 31 Agustus 2026.

 

Selain Gunung Kidul, daerah lainnya yang mengalami kekeringan ekstrem saat ini adalah Bantul.

 

Kebijakan ini didasarkan prakiraan BMKG yang menyebut kemarau di DIY dimulai sejak akhir April dengan curah hujan di bawah normal. Puncak kemarau ekstrem di Gunung Kidul diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026, sehingga penanganan dan distribusi bantuan air bersih dipercepat.