Prabowo Bicara soal Reshuffle Kabinet, Sebut Evaluasi Dilakukan Terus-Menerus
NU Online · Kamis, 17 September 2026 | 16:30 WIB
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Presiden Prabowo Subianto membuka peluang melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih. Menurutnya, evaluasi terhadap jajaran pemerintah dilakukan secara terus-menerus, termasuk untuk memastikan setiap pejabat ditempatkan sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam program Prabowo Menjawab di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang disiarkan pada Rabu (16/9/2026).
Prabowo menegaskan bahwa dalam sebuah organisasi, penempatan seseorang harus disesuaikan dengan kompetensi dan prinsip the right man in the right place. Menurutnya, pejabat yang dinilai tidak sesuai dengan posisinya atau memiliki persoalan harus dapat diganti.
“Jadi, kalaupun nanti ada reshuffle, saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang,” katanya.
Selain itu, Prabowo mengatakan perombakan kabinet merupakan bagian dari evaluasi yang harus dilakukan secara terus-menerus.
Ia mencontohkan ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan persoalan pada seorang pejabat, pemerintah harus menindaklanjutinya berdasarkan bukti dan ketentuan yang berlaku.
“Apa kami diizinkan untuk menahan, ‘You ada bukti?’ Kalau you ada bukti, silakan. Kan kejadian tuh. Ya, ada wamen saya, ya itu tanggung jawab dia,” katanya. Pernyataan tersebut juga dilaporkan dalam pemberitaan mengenai program Prabowo Menjawab.
Terkait kinerja jajaran pemerintah, Prabowo mengatakan secara objektif timnya sejauh ini bekerja dengan baik. Ia mengibaratkan jajaran kementerian seperti sebuah kesebelasan sepak bola.
“Ada pemain inti, ada pemain striker, ada cadangan,” katanya.
Menurutnya, tidak semua kementerian berada di garis depan dalam menangani persoalan mendasar pemerintah. Namun, masing-masing kementerian tetap memahami tugas dan bekerja berdasarkan inisiatif.
“Jadi ini, pada saat ini ada beberapa kementerian yang tentunya istilahnya tidak di garis depan, ya. Tapi mereka mengerti dan mereka itu bekerja secara inisiatif masing-masing,” katanya.
Prabowo sebelumnya juga mengatakan masa dua tahun pemerintahan dapat menjadi momentum bagi masing-masing anggota kabinet untuk menunjukkan kemampuannya.
Sejumlah Perubahan dalam Kabinet Merah Putih
Sejak awal pemerintahan Prabowo, sejumlah menteri, wakil menteri, dan pejabat lembaga mengalami pergantian maupun pergeseran posisi.
Pada Februari 2025, misalnya, Brian Yuliarto dilantik sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro. Perubahan tersebut menjadi reshuffle pertama pada pemerintahan Prabowo.
Pada September 2025, Prabowo melantik Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Pada saat yang sama, Afriansyah Noor dilantik sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan dan Rohmat Marzuki sebagai Wakil Menteri Kehutanan.
Pada April 2026, Hanif Faisol Nurofiq dilantik sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Pada kesempatan yang sama, Mohammad Jumhur Hidayat dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup dan Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Pada September 2026, Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026.
Sejumlah perubahan lainnya yang disebut dalam rangkaian perombakan dan penataan pemerintahan antara lain pergantian Budi Gunawan oleh Djamari Chaniago, Satryo Soemantri Brodjonegoro oleh Brian Yuliarto, Budi Arie Setiadi oleh Ferry Juliantono, serta Abdul Kadir Karding oleh Mukhtarudin.
Hanif Faisol Nurofiq juga bergeser dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Saat ini, struktur Kementerian Koordinator Bidang Pangan mencatat Hanif sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Sementara itu, Hasan Nasbi tidak lagi menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan dan telah dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi pada April 2026.
Suahasil Nazara sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sebelum dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026.
Terpopuler
1
Cinta kepada NU: Lutut Soekarno dan Lutut Saya di Muktamar
2
Menkeu Suahasil: Keuangan Negara Harus Bisa Jalankan Program Prioritas Pemerintah
3
Prabowo Bicara Ketahanan di BRICS, Rakyat Indonesia Masih Menghirup Asap Karhutla
4
Menteri Agama Lantik Basnang Said Jadi Dirjen Pesantren Pertama
5
Keracunan MBG Berulang, P2G Minta Kepala BGN Mundur dan Program Dihentikan
6
Di KTT BRICS, Prabowo Dorong Global South Bersatu
Terkini
Lihat Semua