Sumenep, NU Online
Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS), Senin (12/3), menggelar demonstrasi di depan DPRD Sumenep. Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Sumenep tersebut menolak eksploitasi minyak dan gas (migas).
Suryadi, Korlap aksi mengatakan, eksploitasi migas tak memberikan dampak positif bagi rakyat. “Warga Sumenep tetap miskin meskipun ada eksplorasi migas,” teriaknya dalam orasinya.
<>
Selain menolak eksploitasi migas, mereka juga menuntut pemutusan kontrak kerjasama dengan perusahaan migas yang tidak bisa mematuhi Permendagri tentang dana bagi hasil migas. Menurutnya, sekalipun Sumenep kaya migas dan setidaknya sudah ada 8 kontraktor yang beroperasi kesejahteraan rakyat belum terpenuhi. “Tidak ada penguatan perekonomian dan kesejahteraan (rakyat),” katanya.
Orator yang lain meminta, kekayaan alam Sumenep jangan biarkan dieksploitasi jika hanya menguntungkan segelintir orang. “Kalau hasil migas hanya menguntungkan pihak lain, putuskan saja kontrak perusahaan itu," minta salah serang orator aksi.
Aksi tersebut sempat ricuh dan memblokir jalan saat menuntut anggota dewan menemui mereka sebelum masuk ke gedung dewan dan berdialog dengan Komisi B DPRD Sumenep.
Menanggapi berbagai tuntutan, Komisi B DPRD Sumenep, berencana menggelar rapat bersama, dan direncanakan juga akan menghadirkan PT WUS yang merupakan salah satu badan usaha milik daerah.
“Kami segera menggelar rapat lagi sebagai lanjutan sebagai pertemuan dengan pendemo terkait eksploitasi minyak dan gas bumi,” ujar Wakil Ketua DPRD Sumenep, Dwita Andriani.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: M Kamil Akhyari