Daerah

MAN Blora Gelar Ujian Praktik Manasik Haji

Ahad, 18 Maret 2012 | 01:12 WIB

Blora, NU Online
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Blora, Sabtu (17/3) menggelar ujian praktik manasik haji. Ujian praktik tersebut diikuti 206 siswa kelas XII. Mereka berasal dari tiga jurusan. Masing-masing 114 siswa dari jurusan IPA, 73 dari jurusan IPS dan 19 siswa dari jurusan Keagamaan.
 
Kepala MAN Blora, H Suhamto MPd dengan didampingi koordinator keagamaan, Drs H Warsan mengatakan, kegiatan manasik haji yang digelar di halaman MAN yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto Km 4. Sebelum pelaksanaan ujian praktik manasik haji, dilakukan pembekalan materi di Masjid Baitul Ghofur komplek madrasah setempat.
 <>
”Meski hanya praktik, saya minta semua siswa melakukan manasik haji dengan sungguh. Dan, harus yakin, bahwa suatu saat akan dipanggil Allah untuk menunaikan ibadah haji sungguhan,” ujar Suhamto, saat membuka acara tersebut.
 
Selain kepala sekolah, seluruh guru agama juga ikut mendampingi para siswa. Mereka dengan penuh kesungguhan memberikan bimbingan dan arahan bagi siswa yang sedang melaksanakan ujian praktik manasik haji. Pada kesempatan itu, siswa dibagi menjadi 10 regu.
 
Sementara itu, Agus Budi Mulyono selaku guru agama sekolah setempat menambahkan, ujian praktik manasik haji bertujuan agar siswa memahmi amalan haji, dan tidak sekedar paham teorinya. Karena ibadah haji membutuhkan pengalaman teori dan praktik. Seperti niat ihram dari miqot, thowaf, sa’i, wukuf di arofah, bermalam di muzdalifah, mabit di Mina dan melempar jumrah serta tahallul.
 
Sebelum melempar jumroh, lanjutnya, siswa diajak mencari krikil. Yakni,sebanyak 70 butir. Krikil sebanyak itu digunakan untuk melempar jumrah ula, jumrah wustha dan akobah.
 
”Dalam ujian praktik manasik haji tersebut juga dibacakan khotbah wukuf,” ujar Agus, yang juga mahasiswa pasacsarjana Universitas NU Surakarta.
 
Selain ujian praktik manasik haji, pihaknya juga mewajibkan siswa untuk mempraktikkan ibadah lainnya. Seperti ibadah wudhu, sholat dan baca Al-Qur’an. Melalui cara itu, diharapkan siswa akan makin memahami ajaran agamanya sekaligus dapat mempraktikkannya.
Secara umum, siswa sudah memahami amalan ibadahnya, khususnya untuk ibadah sehari-hari kendati masih ada satu dua siswa yang butuh bimbingan khusus. Sedangkan ibdah haji kendati tidak ibdah harian, siswa juga dapat memahami pelaksanaan ibadah haji secara benar.
 
”Saat melaksanakan ujian praktik, mereka cukup khidmat,” tandasnya.
 


Redaktur: Mukafi Niam


Terkait