Daerah

Nahdliyin Tambakreja Gelar Khaul Massal & Santunan Yatim

Selasa, 28 Desember 2010 | 02:45 WIB

Cilacap, NU Online
Memperingati Tahun Baru Islam 1432 Hijriah, Pengurus Ranting NU &  Muslimat Tambakreja Cilacap selatan bekerjasama dengan pengurus masjid Abdulqadir mengadakan haul massal dan santunan yatim pada Ahad (26/12) di masjid Abdulqadir jalan.RE Martadinata Cilacap.<> 

Hadir dalam kesempatan yang sangat hidmat tersebut selain Kapolsek Cilacap Selatan AKP Zudi Perwata, SIK, Camat Cilacap Selatan H Yuni Kustowo MSi, Rais Syuriah NU Tambakreja KH Amin Saefani, Ketua MWC Cilacap Selatan R Bastuti Ridwan SAg SH, Lurah Tambakreja Gunawan Supriadi, Ketua Tanfidziyah Ranting NU Tambakreja Drs Masri Mahfud, Kepala KUA Cilacap Zein Ziayin, Kiai Kharis Ma'mun dan ratusan jama’ah.

Camat Cilacap Selatan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada warga nahdliyin Tambakreja yang telah hadir meluangkan waktu untuk mengikuti pengajian dan pemberian santunan kepada anak yatim dan lansia melalui haul massal dengan tujuan untuk meningkatkan silahturahmi dan ketaqwaan kepada Allah Swt. 

Ia juga berpesan agar situasi kondusif kota Cilacap terus di pertahankan. Dengan adanya kegiatan ini pihaknya sangat mendukung sekali mengingat momen Muharram adalah kesempatan untuk saling berbagi dengan para yatim dan kaum dhu’afa.

Sementara itu Bastuti Ridwan sambutanya mengatakan bahwa peran, tugas, fungsi, dan tanggung jawab para ulama dalam upaya membangkitkan umat menuju tegaknya kembali izzul Islam wal muslimin sangatlah besar.

“Kita semua musti menyadari bahwa seluruh problem berbagai sendi kehidupan yang dihadapi umat sekarang, berpangkal pada makin jauhnya umat dari Islam,” katanya.

Pada pembagian santunan kepada 33 anak yatim dan 30 lansia banyak jama’ah dan hadirin yang menangis ketika sesepuh NU KH Amin saefani membaca shalawat.pembagian santunan langsung dibagikan oleh Ketua Muslimat NU Tambakreja di dampingi oleh ibu Pujo dari RW 05.

KH Memet Zaini yang juga pengasuh PP Riyadhul Muta’alimin Cigintung dalam  tausiyahnya mengatakan bulan Muharram yang biasanya juga di sebut bulan Suro.pada hari yang ke sepuluh ini Allah Swt, telah menjadikannya sejarah kebangkitan dan kejatuhan (kehancuran) umat manusia di abad yang telah silam untuk menjadi i’tibar bagi umat manusia yang akan datang (umat Muhammad).

“Selain itu bulan Muharram yang kesepuluh ini adalah merupakan saat penyeleksian dalam rangka memisahkan antara yang muslim dan yang kafir,’’ katanya.

Selain meningkatkan ibadah yang berupa puasa Asyuro’, pada tanggal dan bulan ini pun umat Islam dianjurkan untuk menyantuni para fakir miskin, anak yatim, orang-orang yang telantar dan orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

Dalam pesan akhir ceramahnya Kiai Memet mengajak seluruh umat muslim Cilacap terus meningkatkan nilai-nilai ibadahnya dan terus menafkahkan rezekinya kepada fakir miskin dan anak yatim tidak hanya pada bulan Muharram saja.

Acara yang berakhir menjelang Dzuhur ini langsung ditutup dengan do’a bersama yang di pandu oleh KH Memet Zaini.

’Semoga acara yang sangat mulia dapat terus di pertahankan dan dikembangkan oleh jajaran Pengurus NU Tambakreja sebagai event tahunan yang baik sekaligus dapat memberikan kita pencerahan dan peningkatan ibadah kepada Allah Swt,” katanya. (sry)


Terkait