Daerah

Pelajar MA NU TBS Kudus Belajar Pembuatan Biogas

Kamis, 30 Desember 2010 | 10:33 WIB

Kudus, NU Online
Untuk mengisi liburan sekolah, puluhan siswa MA NU Taswiqut Thullab (TBS) Kudus melakukan kegiatan studi banding pembuatan biogas di kelompok tani ternak Sidorejo desa Temulus kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus Rabu (29/12) kemarin. 

Dengan didampingi guru mata pelajaran Sains Abdul Aziz, mereka mengenal dan memperdalam mengenai tehnik pembuatan biogas yang berasal dari kotoran ternak sapi. Selain itu, pelajar TBS juga mempelajari pembuatan pembasmi hama dari urin sapi serta cara-cara pembenihan sapi buatan.<>
 
Guru mata pelajaran Sains Abdul Aziz mengatakan kegiatan ini didasari adanya krisis energi yang mulai dirasakan setiap orang. Sehingga diperlukan adanya inovasi-inovasi untuk mengimbangi sebagai upaya antisipasi salah satunya dengan biogas yang dibuat dari kotoran sapi.
 
“Dari sinilah kita perlu perkenalkan kepada anak didik, agar di kemudian hari tidak hanya mengandalkan energi yang tidak terbarukan saja,” katanya.
 
Disamping itu, lanjut Aziz, melalui kegiatan ini siswa bisa melihat proses pembuatannya secara langsung pembuatan energi biogas tersebut.
 
“Selama ini, mereka hanya mendengarkan teori-teori saat pelajaran tanpa pernah mempraktekkan. Dengan adanya kunjungan tersebut siswa akan terangsang mengaplikasikannya,” tandasnya seraya menambahkan tehnologi biogas ini akan dikembangkan di madrasah TBS.
 
Sementara itu, Kasi Produksi ternak dinas pertanian, peternakan dan perikanan  kabupaten Kudus Fajar Nugroho yang ikut mendampingi kunjungan tersebut mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, saat ini banyak generasi muda yang tidak suka berprofesi sebagai petani dan peternak.

“Sekarang ini kami sedang terus mensosialisasikan kepada sekolah-sekolah agar generasi muda lebih gemar untuk bertani maupun beternak,” ujar pria yang juga wakil ketua PCNU Kudus ini.
 
Menyinggung adanya krisis, fajar menambahkan, kedepan diprediksi akan terjadi krisis energi dan krisis pangan. Namun, krisis energi bisa diatasi dengan biogas dari kotoran sapi dan beberapa inovasi lainnya. “Makanya kita harus galakkan masyarakat terutama pelajar mau bertani,” tuturnya singkat. (adb)  


Terkait