Daerah

Pengungsi di Aceh Singkil Berangsur Pulang, Bantuan Terus Disalurkan

Ahad, 11 Januari 2026 | 11:30 WIB

Pengungsi di Aceh Singkil Berangsur Pulang, Bantuan Terus Disalurkan

Penyaluran bantuan NU Peduli di Aceh Singkil. (Foto: PCNU Aceh Singkil)

Jakarta, NU Online

 

Sejumlah relawan dan pengelola Posko NU Peduli di Sumatra dan Aceh melaporkan perkembangan terkini daerah dan masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.

 

Hal itu dilakukan saat Rapat Koordinasi Penanganan Bencana NU Peduli yang diinisasi oleh NU Care-LAZISNU PBNU pada Jumat (9/1/2026).

 

Relawan LAZISNU di PCNU Aceh Singkil Yusuf menyampaikan bahwa sebagian besar pengungsi saat ini telah meninggalkan pos pengungsian dan kembali ke rumah masing-masing atau menumpang di rumah kerabat.

 

Namun demikian, mereka masih sangat membutuhkan bantuan, terutama untuk perbaikan rumah yang rusak akibat bencana.

 

“Sebagian besar pengungsi sudah kembali ke rumah atau ke rumah saudara, tetapi masih menunggu bantuan untuk perbaikan rumah,” ujar Yusuf.

 

Menurut Yusuf, di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, bencana menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas, termasuk pesantren. Salah satu yang terdampak adalah Pondok Pesantren Daarul Hikmah Yayasan Darul Hikmah Al-Hidayah di Desa Silatong, Kecamatan Simpang Kanan, yang dilaporkan rusak total.

 

“Proses pembersihan telah dilakukan, dan bantuan darurat sudah mulai disalurkan,” papar Yusuf.

 

Selain itu, infrastruktur vital juga mengalami kerusakan. Jembatan Kilangan yang menghubungkan Kecamatan Singkil dan Kecamatan Kuala Baru dilaporkan hancur, sehingga menghambat mobilitas warga dan distribusi logistik.

 

Dalam upaya tanggap darurat, LAZISNU Aceh Singkil telah menyalurkan bantuan sebesar Rp25 juta berupa makanan siap santap, beras, dan pakaian layak pakai. Sementara itu, donatur dari Aceh turut memberikan bantuan senilai Rp25 juta yang dialokasikan untuk pengadaan seragam.

 

Bantuan lainnya datang dari LAZISNU PWNU Lampung sebesar Rp15 juta dalam bentuk kitab untuk pesantren terdampak.

 

Sementara itu, dari NU Peduli di Bener Meriah, Mochamad Suaidi melaporkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bener Meriah telah menetapkan status daerahnya memasuki masa pemulihan pascabencana.

 

Namun, wilayah tersebut juga menghadapi potensi bencana tambahan seiring meningkatnya status gunung berapi ke level siaga.

 

Sejumlah bantuan tambahan telah dan akan disalurkan. “Di antaranya Rp10 juta dari LAZISNU Kulonprogo untuk pembelian beras bagi kader NU; Rp5 juta dari Pondok Pesantren Al Hamid Jakarta Timur berupa beras dan minyak; serta Rp5 juta dari LAZISNU PWNU Aceh untuk kegiatan bersih-bersih dayah,” kata Suadi.

 

Selain itu, LAZISNU PBNU menyalurkan bantuan sebesar Rp25 juta untuk pengungsi dari dua desa yang rumahnya telah hancur total. Bantuan perlengkapan sekolah senilai Rp10 juta juga disalurkan oleh LAZISNU PWNU bagi anak-anak korban bencana.

 

“Bantuan sembako dari LAZISNU Kalimantan Barat saat ini masih dalam proses penyaluran,” lanjut Suaidi.