Daerah

PMII Unsiq Perkuat Ideologi Aswaja

Kamis, 4 Juli 2013 | 16:00 WIB

Wonosobo, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Ahimsa Unsiq Wonsobo menggelah Sekolah Aswaja. Kegiatan bertema “Internalisasi Nilai-nilai Aswaja sebagai Konstruksi Nalar Gerakan” tersebut dilaksanakan di SMK Al-Ghazali Dusun Siwatu Desa Bumiroso Kecamatan Watumalang, Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu, (29/6) lalu.
<>
Didaulat sebagai narasumber penulis buku Pesantren Studies yang juga Wakil Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam NU) Ahmad Baso.

Dalam pengantarnya, Ahmad Baso mengatakan bahwa kader-kader PMII harus menjadikan Aswaja sebagai Nilai-nilai Dasar Pergerakan (NDP). Ia juga menggarisbawahi tiga hal sebagai syarat utama mempelajari, mendalami serta mengaktualisasikan nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pertama, Power of Leader atau spirit yang dimiliki seorang pemimpin. Dalam hal ini, A Baso menegaskan bahwa seorang kader Aswaja harus memiliki kepatuhan terhadap pemimpin yang direpresentasikan figur ulama. Kedua, Culture Straig atau kekuatan tradisi.

Penulis produktif kelahiran Sulawesi Selatan ini mengatakan, tradisi atau kearifan lokal merupakan kekuatan bangsa Indonesia yang harus dipertahankan dengan kemajemukan agama, suku, budaya dan lainnya. Gagasan multikulturalisme inilah yang telah dituangkan founding father bangsa dalam konsep Bhineka Tunggal Ika.

Syarat ketiga adalah Power of Fait Spirit atau kekuatan semangat juang yang tinggi, tidak mengenal lelah disertai dengan pengorbanan. Alhasil, belajar Aswaja bukan hanya berbicara pada ranah intelektualitas saja akan tetapi nilai-nilai Aswaja harus mampu membangun karakter (Caracter building) setiap kader. “Belajar Aswaja adalah bagaimana kita total terhadap Aswaja,” paparnya.


Redaktur: Abdullah Alawi


Terkait