YKMNU Berkomitmen Perluas Fasilitas dan Program Kesehatan bagi Keluarga Indonesia
NU Online · Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:00 WIB
Ketua YKMNU Tingkat Pusat Hj Erna Yulia Soefihara saat tasyakuran Harlah Ke-63 Tahun YKM NU di Kantor PP Muslimat NU, Jakarta, Sabtu (20/6/2026). (Foto: NU Online/Jannah)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Yayasan Kesejahteraan Muslimat Nahdlatul Ulama (YKMNU) menegaskan komitmennya untuk memperluas fasilitas kesehatan, meningkatkan jumlah layanan, serta memperkuat program-program yang menyasar kelompok rentan, terutama ibu dan anak.
Ketua YKMNU Tingkat Pusat Hj Erna Yulia Soefihara mengungkapkan bahwa jaringan layanan YKMNU saat ini telah berkembang secara signifikan. Organisasi tersebut telah hadir di 31 provinsi pada tingkat wilayah dan 209 kabupaten/kota pada tingkat cabang. Secara keseluruhan, YKM NU mengelola 110 layanan kesehatan dan 174 layanan sosial.
Menurut Erna, perluasan layanan menjadi salah satu fokus utama organisasi dalam lima tahun mendatang. Selain memperkuat sumber pendanaan melalui kerja sama dengan para donatur, YKMNU juga berupaya meningkatkan kapasitas fasilitas kesehatan yang telah dimiliki.
“Jadi, dalam lima tahun ke depan ini, kita nanti mengembangkan klinik-klinik yang sudah ada misalnya rumah sakit di Rembang, kita lagi kembangkan poliklinik, tipe rumah sakitnya naik. Jadi ke depan juga, kita fokusnya sama untuk menambah jumlah layanan, rumah sakit dan sebagainya,” ujarnya usai Acara Harlah Ke-63 Tahun YKM NU di Kantor PP Muslimat NU, Jakarta, Sabtu (20/6/2026).
Ia menambahkan, YKMNU saat ini telah memiliki klinik cuci darah di Jakarta dan berharap layanan serupa dapat dikembangkan di berbagai daerah lain.
“Kita berharap bisa bertambah di tempat lain mudah-mudahan bisa terealisasi dalam lima tahun ini nambah klinik, nambah rumah sakit layanan, dan nambah panti juga,” katanya.
Di samping pengembangan fasilitas kesehatan, YKMNU juga menjalankan berbagai program sosial yang berorientasi pada penyelamatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Salah satu program yang mendapat perhatian luas adalah peminjaman inkubator bayi secara gratis bagi daerah yang membutuhkan.
“Ke depan kita akan terus mengembangkan peminjaman inkubator gratis. Nah peminjaman inkubator gratis itu, kita kerja sama dengan Yayasan Bayi Prematur Indonesia dari FKUI,” tutur Erna.
Saat ini, hampir 30 unit inkubator telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jawa Barat, Sulawesi, Lampung, hingga Sumatra. Jawa Barat menjadi daerah dengan jumlah peminjaman terbanyak, terutama di Bogor dan Sukabumi.
Untuk memastikan pemanfaatan yang optimal, setiap wilayah peminjam diwajibkan memiliki tenaga kesehatan yang mampu merawat dan mengoperasikan inkubator, termasuk fasilitas fototerapi bagi bayi yang mengalami gangguan kesehatan tertentu.
“Alhamdulillah sudah berpuluh-puluh bayi yang terselamatkan karena kalau bayi kecil itu risiko meninggalnya tinggi. Jadi dengan adanya inkubator, ya menyelamatkan bayi itu,” ungkapnya.
Selain itu, YKMNU juga memberikan pendampingan komprehensif bagi pasien operasi bibir sumbing. Program ini tidak hanya menyediakan akses operasi, tetapi juga layanan lanjutan berupa rumah singgah gratis, pendampingan pemeriksaan, hingga bantuan biaya transportasi bagi keluarga pasien dari daerah.
“Jadi, kami melakukannya pendampingannya tuntas,” ujar Erna.
Terpopuler
1
Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan
2
Alma Esbeye Siap Tampil Meriahkan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas
3
Ngaji Al-Hikam, Perlu Fase Menepi dari Ketenaran dalam Hidup
4
Muktamar Ke-35 NU Bahas Revisi UU Sisdiknas dan Ketenagakerjaan, hingga Qanun Jinayat Aceh
5
Muktamar ke-35 NU Bahas Hukum DNA, Kripto, hingga Pasang Chip di Otak
6
Indonesia Peringkat Kedua Kasus DBD Terbesar di Dunia, PDNU Nilai Pencegahan Belum Optimal
Terkini
Lihat Semua