Jombang, NU Online
Motivasi dalam menuntut ilmu merupakan unsur terpenting dalam meraih cita-cita. Ini agenda utama yang hendak ditanamkan kepada seluruh peserta dari kegiatan Meet The Leaders, Shape Your Future, Senin (23/1).
Acara ini sudah rutin digelar dua bulan sekali oleh Pondok dan Madrasah Salafiyah Syafi’iyah Seblak sejak tahun lalu.
<>
Pesertanya adalah seluruh santri di Pondok Seblak dan siswa madrasah aliyah dan SMK Seblak. Kali ini, yang menjadi narasumber adalah Hari Usmayadi, head of marketing PT Melon Indonesia (Telkom Group).
Pria yang mengaku menjadi pengagum Gus Dur ini memaparkan kiat suksesnya untuk meraih posisi yang didudukinya sekarang. Posisinya sekarang, lanjutnya, merupakan mimpinya sejak kecil yang jadi kenyataan. Sebab, sejak kecil Usmayadi berangan-angan mampu menjadi pegawai di bidang telekomunikasi.
“Justru orang yang menuliskan cita-citanya saat kecil dulu yang akan meraihnya saat sudah besar nanti,” katanya dengan penuh semangat.
Bapak tiga putera ini lantas memberikan kiat untuk merencanakan masa depan dengan baik. “Kalian harus merancang apa yang akan dilakukan setelah lulus, apa kuliah saja, kerja saja atau langsung keduanya,” kata bapak tiga putera ini.
Jika sudah dibuat rancangan, yang dilakukan adalah sikap konsisten untuk meraihnya. “Jika tidak, maka sia-sia saja kita memimpikan sesuatu sejak kecil dulu,” tambahnya. Konsistensi itu juga harus didukung dengan kemauan keras dan pantang menyerah daam menghaapi rintangan.
“Inilah yang disebut oleh Paul G Scolt sebagai adversity quotient,” kata pria asal Semarang ini.
Adversity Quotient, lanjut alumni SMK Telkom Malang ini, dibagi menjadi tiga tahap. Yaitu quitter, camper dan climber. Tahap quitter menunjukkan tipe orang yang tidak suka dengan tantangan. Jika terdapat masalah, yang dilakukan adalah segera menghindar.
“Sehingga orang tipe ini tidak akan pernah berhasil dalam hidupnya,” katanya.
Pada tipe camper, orang sudah berani menghadapi tantangan, tapi mudah puas dengan prestasi yang diraih. Meskipun itu sekedar prestasi kecil. “Saat menemui kesulitan yang lebih berat, orang tipe ini mulai menghindari dan merasa sudah cukup aman untuk menikmati sukses,” lanjutnya.
Pria yang meniti karir dari bawah sebagai karyawan biasa pada Telkom Divre V Jatim ini menegaskan, yang dibutuhkan adalah menjadi orang bertipe climber. Pada tipe ini, selama hidupnya akan terus mencari tantangan dan tidak pernah membiarkan apapun menghalangi pendakiannya. Orang bertipe ini selalu memandang hidup ini sebagai ujian dan tantangan. Paling banyak gagal dan juga paling banyak mencapai sukses.
“Mereka mencapai puncak kesuksesan karena memiliki mentalitas yang jauh melampaui tingginya gunung,” tambahnya.
Ditemui usai acara, humas panitia Mukani mengatakan bahwa kegiatan ini digelar untuk memotivasi para peserta untuk bermimpi tentang masa depannya. “Narasumber yang didatangkan adalah para tokoh yang memiliki perjalanan berliku,” kata pria berkopyah ini.
Dengan cara ini, lanjutnya, peserta akan termotivasi untuk belajarnya demi meriah mimpi itu. “Tema yang dibahas berkisar nasionalisme, kepemudaan, pendidikan, keagamaan, sosial dan budaya,” tambahnya.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Mukani