SMP Islam Miftahul Ulum Sulap Sampah Plastik jadi Barang Berharga
Sabtu, 10 Maret 2012 | 09:03 WIB
Pamekasan, NU Online
Siswa-siswi SMP Islam Miftahul Ulum semakin kreatif. Sekolah yang berada di desa Kertagena Tengah, Kadur, Pamekasan tersebut terbilang peduli terhadap lingkungan hidup. Sampah plastik yang biasanya meresahkan banyak kalangan, oleh mereka, disulap menjadi barang berharga berupa tas, Sabtu (10/3).
Adalah Muhawi As’ad Al-Yusuf sebagai guru kesenian menjadi pendorong hal itu. Alumnus pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, ini menekankan pembelajaran pada anak didiknya tidak sebatas pada penguasaan materi atau teori-teori kesenian saja.
<>
Oleh ustadz Muhawi, begitu ia disapa, nyaris semua materi kesenian ia terjemahkan dalam bentuk praktik. Beberapa minggu sebelumnya, ia memberi contoh kepada para anak didiknya tentang kaligrafi yang bahannya dari bambu. Hasilnya kini menghiasi kantor SMP Islam Miftahul Ulum. Indah dan menarik dinikmati.
Dan kini, sampah plastik yang dipandang kurang berharga dipungut dan dipernik menjadi tas menarik. Sebagaimana lazimnya, Muhawi memberi gambaran kepada anak didiknya mengenai bagaimana mengubah sampah plastik menjadi tas berharga sebelum ia memberikan tugas. Dari rumahnya, Muhawi sudah membawa contoh tas plastik yang tentu mudah dipahami anak didik SMP Islam Miftahul Ulum.
Di dalam kelas, Muhawi memberikan penjelasan tentang kreativitasnya itu. Setelah anak didik betul-betul paham melalu diskusi mendalam, Muhawi kemudian memberikan tugas untuk disetor pada pertemuan berikutnya. Praktis dan ditanggapi dengan semangat oleh anak didiknya. Hanya bermodalkan sampah plastik direjen, mie, dan sampah-sampah plastik lainnya.
Menurut pelatih Dram Band Duta Yaspimu Pamekasan itu, tujuan utama penugasan sekaligus pembinaan tersebut ialah untuk menumbuhkan kesadaran dalam diri anak didik agar peduli terhadap lingkungan hidupnya. Kesadaran inilah yang saat ini mulai diabaikan dalam dunia pendidikan kita.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Hairul Anam