Daerah

Tim NU Peduli Dirikan Posko Tanggap Bencana Gempa NTT di Sikka dan Nagekeo

Ahad, 16 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Tim NU Peduli Dirikan Posko Tanggap Bencana Gempa NTT di Sikka dan Nagekeo

Posko NU Peduli di Kantor PCNU Sikka untuk penanganan dampak gempa bumi NTT (Dok NU Peduli)

Jakarta, NU Online

Tim NU Peduli Nusa Tenggara Timur (NTT) mendirikan posko tanggap bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo. Posko tersebut disiapkan sebagai pusat koordinasi informasi sekaligus langkah awal untuk merespons kebutuhan warga terdampak gempa di Pulau Flores. Gempa yang terjadi Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB tersebut berpusat di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

 

Ketua NU Peduli NTT, Ajhar Jowe mengatakan sejumlah wilayah masih terisolasi akibat gempa, bahkan terdapat kawasan yang mengalami longsor.

 

“Wilayah-wilayah yang terisolir akibat gempa ada di wilayah utara, di wilayah utara Pulau Flores mulai dari Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Manggarai,” ujar Ajhar saat dihubungi NU Online, Sabtu (15/8/2026).

 

Ia menjabarkan bahwa sejumlah fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari sekolah, gedung pemerintahan, rumah warga, hingga fasilitas kesehatan seperti puskesmas. Kerusakan juga terjadi di Pelabuhan Maumere.

 

“Pelabuhan di Momere di ruang tunggu pelabuhan rubuh,” katanya.

 

Ajhar mengatakan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) telah melakukan rapat koordinasi bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di sejumlah kabupaten terdampak untuk memperbarui informasi mengenai kondisi lapangan dan mitigasi bencana.

 

“Baik kerusakan fasilitas dan titik-titik pengungsi lagi di data, sehingga langkah selanjutnya setelah mitigasi ini, kami lakukan pembukaan posko untuk korban-korban gempa ini,” ucapnya.

 

Posko akan dibuka di dua titik, yakni Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo. Pemilihan lokasi, kata dia, mempertimbangkan akses yang dinilai lebih cepat melalui jalur alternatif utara maupun jalur tengah.

 

Ajhar menambahkan bahwa Posko di Sikka akan berpusat di kantor PCNU Kabupaten Sikka, sedangkan di Nagekeo berada di kantor PCNU setempat. “Selanjutnya kita akan lakukan tanggap daruratnya. Tanggap darurat ini kita akan menyentuh langsung dengan titik pengusi atau korban terdampak,” katanya.

 

Ia menyebut skema tanggap darurat masih dimitigasi oleh tim di daerah, termasuk kemungkinan pembukaan dapur umum dan pembagian kebutuhan dasar seperti sabun serta makanan ringan.

 

Ketua LPBI Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTT itu menghimbau warga terdampak tetap tenang dan mengikuti informasi resmi pemerintah serta lembaga terkait.

 

“Kita menyapa seluruh warga yang terdampak dari bencana alam gempa Flores ini, mengajak semua untuk menahan diri dalam situasi dan terus update informasi melalui lembaga pemerintahan dan lembaga-lembaga terkait,” pungkasnya.