Daerah

Pembekalan Kesiapsiagaan Bencana bagi Relawan NU Jatim

NU Online  ·  Sabtu, 26 September 2026 | 16:00 WIB

Pembekalan Kesiapsiagaan Bencana bagi Relawan NU Jatim

Praktik memadamkan kebakaran pada Pelatihan Manajemen Bencana NU Care-LAZISNU di Surabaya, Jatim, Rabu (23/9/2026). (Foto: NOJ/AH)

Lumajang, NU Online 

NU Care-LAZISNU PBNU melalui NU Care-LAZISNU awa Timur menggelar Pelatihan Manajemen Bencana di Lumajang, Kamis (24/9/2026).

 

Kegiatan dipusatkan di Restoran Warung Ayam Pedas Bedjo, Lumajang merupakan bagian dari program Community Emergency Response Partnership (CERP) hasil kerja sama dengan Shenzhen Rescue Volunteers Federation (SRVF) dari China.

 

Direktur Wilayah NU Care-LAZISNU Jatim Moch Rofii Boenawi mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas relawan NU dalam menghadapi bencana.

 

“Penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Diperlukan koordinasi dan pembagian tugas yang jelas agar setiap unsur dapat menjalankan perannya dengan baik,” katanya sebagaimana diberitakan NU Online Jatim.

 

Rofii mengatakan, penanganan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai unsur agar bantuan dapat diberikan secara cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

 

Relawan perlu memahami tahapan penanganan bencana, mulai dari kondisi sebelum bencana, tanggap darurat, hingga proses pemulihan. Pemahaman tersebut diperlukan agar evakuasi, pendataan, distribusi bantuan, dan pemulihan dapat dilakukan secara terencana.

 

“Relawan perlu memahami tugas dan tanggung jawabnya sejak sebelum bencana terjadi, saat tanggap darurat, hingga tahap pemulihan. Dengan demikian, penanganan di lapangan dapat dilakukan secara terarah,” katanya.

 

Kata Rofii, kehadiran NU dalam penanganan bencana dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari masa sebelum bencana hingga pascabencana. Salah satu bentuknya, kata dia, adalah pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dan sejumlah fasilitas pendukung bagi penyintas erupsi Gunung Semeru di Candipuro, Lumajang.

 

“Jadi, sebelum acara ini kamu membawa tim SRVF melihat langsung hunian tetap di Candipuro. Di sana juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti tiga rumah ibadah dan minimarket. Ini bukti bahwa NU juga hadir dan membantu warga terdampak pasca bencana,” ujarnya.

 

Ia berharap peningkatan kapasitas dan koordinasi antarlembaga melalui pelatihan tersebut dapat memperkuat kesiapsiagaan sumber daya manusia dalam menghadapi bencana.

 

“Rangkaian pelatihan di sejumlah daerah tersebut sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan sumber daya manusia dalam menghadapi bencana,” ucapnya.

 

Empat Angkatan

Manajer Human Resources General Affairs (HRGA) NU Care-LAZISNU PBNU Dewi Rochmawati mengatakan, program CERP dilaksanakan bersama SRVF karena organisasi tersebut memiliki kompetensi dalam bidang penyelamatan dan kebencanaan.

 

“Kolaborasi itu juga menjadi kelanjutan dari sejumlah inisiasi kerja sama antara pihak Indonesia dan China yang sebelumnya dilakukan oleh sejumlah lembaga NU,” terangnya.

 

Dewi menjelaskan, program pelatihan tersebut dilaksanakan dalam empat angkatan (batch). Batch pertama digelar di delapan titik, di antaranya Jakarta, Bogor, Tangerang, Yogyakarta, dan Karawang.

 

Sementara itu, batch kedua dilaksanakan di sejumlah daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. “Program ini akan berlangsung selama empat angkatan. Kita sebutnya dengan batch,” ungkapnya.

 

Dewi mengatakan, peserta terbaik dari setiap batch nantinya berkesempatan mengikuti pelatihan di China dan dipersiapkan menjadi trainer.

 

Menurutnya, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan individu dalam menghadapi bencana, tetapi juga membangun kapasitas kader NU melalui kekuatan kolektif NU Peduli.

 

“Ini harus dilaksanakan secara kolektif dan bersama-sama untuk menghasilkan sebuah kekuatan yang kita sebut dengan NU Peduli untuk menghadapi kesiapsiagaan kita terhadap bencana,” pungkasnya.

 

Pelatihan tersebut diikuti sejumlah unsur bidang kebencanaan dan kemanusiaan di lingkungan NU. Mereka berasal dari LAZISNU, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU), NU Peduli, Banser Tanggap Bencana (Bagana), Garda Fatayat NU (Garfa), Corps Brigade Pembangunan (CBP), Korps Pelajar Putri (KPP), serta Sako Pramuka Ma’arif NU.

 

Di Jawa Timur, selain di Lumajang program bertema Skills for Safety, Neighbors for Each Other itu dilaksanakan di Kabupaten Lamongan pada Selasa (22/9/2026), Kota Surabaya pada Rabu (23/9/2026).

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang