Blora, NU Online
Sedikitnya ada tujuh cabang seni yang akan dilombakan dalam Festival Madin se-Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Festival yang melibatkan lebih dar 370 madrasah diniyah (Madin) itu berlangsung pada 17-18 Februari 2012. Sedangkan tempatnya di Pondok Pesantren Syibyan Khozinatul Ulum, Kaliwangan.
Tujung cabang seni yang akan dilombakan masing-masing hafalan juz amma putra putri, hafalan nadhom kitab aqidatul awam putra-putri dan MTQ putra-putri. Selain itu, seni kaligrafi putra-putri, pidato bahasa arab putra-putri, pidato bahasa Indonesia putr-putri, dan qiroatul kitab Safinatun Najah putra-putri.
<>
”Sampai minggu pertama di bulan Maret ini, tahapan festival madin sampai pada finalisasi seleksi peserta di masing-masing kecamatan,” ungkap Ketua Forum Kerjasama Madrasah Diniyah (FKMD) Kabupaten Blora, Ahmad Zaini.
Dari 16 kecamatan yang ada di daerah penghasil minyak tersebut, nantinya akan mengirimkan 14 perwakilan. Sedangkan usia dibatasi maksimal usia 13 tahun.
Menurutnya, festival tersebut bertujuan untuk membantu menanamkan kecintaan pada ajaran agama pada anak didiknya. Selain itu, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan jalinan silaturrahmi sesama keluarga besar Madin yang ada di Kabupaten Blora. Selain itu, melalui kegiatan tersebut pengelola dan santri dapat makin termotivasi untuk mendalami kitab kuning dan sejumlah seni keagamaan.
”Di sela-sela vestival juga akan digelar Rembug Madin yang akan melibat berbagai tokoh pendidikan di daerah ini. Baik dari kalangan ulama’ politisi, praktisi pendidikan dan birokrat,” tambah Zaeni, yang juga mahasiswa pascasarjana universitas Nahdhatul Ulama (UNU) Surakarta.
Nunung Yuliani SPdI, seorang guru madin asal Kecamatan Randublatung mengaku sangat mendukung kegiatan tersebut. Melalui kegiatan itu, diharapkan akan makin meningkatkan kualitas lulusan madin.
”Saya sangat respek terhadap festival madin yang akan digelar pada pertengahan Maret nanti,” tambahnya.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Sholihin Hasan