Daerah

Zikir Malam di Pesantren Miftahul Istiqomah Sungai Asam

Kamis, 7 November 2013 | 04:00 WIB

Padangpariaman, NU Online
Pondok Pesantren  Miftahul Istiqomah Cubadak Nagari Sungai Asam Kecamatan  2 x 11 Enam Lingkung Kabupaten Padangpariaman sambut 1 Muharram 1435 Hijriyah dengan menggelar zikir bersama, Selasa (5/11) malam dini hari.
<>
Zikir juga dibarengi dengan shalawat, penampilan qori yang pernah meraih prestasi di berbagai MTQ baik tingkat Kabupaten, Propinsi maupun nasional.

Zikir dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Istiqomah Cubadak Buya Musawir Tuanku Kuning.  Zikir berlangsung dimulai tepat pukul 00.00 WIB.

Hadir Wakil Sekretaris PW NU Sumbar Armaidi Tanjung, Rais Syuriah PC NU Padangpariaman Syahril Tuanku Sutan dan Ketua Tanfizdiyah Abdul Hadi.

Sebelum zikir, Bupati Padangpariaman Ali Mukni saat penyampaikan arahannya menyebutkan peringatan 1 Muharram dalam rangka memeriahkan tahun baru Hijriyah perlu terus dibudayakan setiap tahun.

“Insya Allah ini kita jadikan kegiatan rutin setiap 1 Muharram. Menyambut tahun baru Hijriyah dengan zikir bersama,” kata Ali Mukhni yang juga Mustasyar PC NU Padangpariaman.

Bupati Ali Mukhini jug mengajak jamaah dan masyarakat Kabupaten Padangpariaman agar  selalu meningkatkan  iman dan takwa kepada Allah Swt. “Dengan bertambahnya usia atau berkurang dengan pergantian tahun baru ini, yang penting sejauhmana usia tersebut dapat diisi dengan peningkatan berubudiyah kepada Allah Swt. Buat apa umurnya panjang, tapi engkar kepada Allah Swt.

Ketua Panitia Zikir Bersama Syafrizal Tuanku Bagindo menyebutkan, zikir ini selain dihadiri para santri dan alumni Pesantren Miftahul Istiqomah, juga jamaah, tokoh masyarakat dan calon anggota legislatif (caleg) untuk Kabupaten Padangpariaman, Propinsi Sumatera Barat dan DPR RI.

“Sebagai basis pengembangan dan pendidikan para ulama, pesantren tentu juga perlu mengembangkan nilai-nilai positif untuk mensyiarkan agama Islam.  Salah satunya dengan menyelenggarakan zikir bersama ini tentu diharapkan adanya semarak tahun baru umat Islam, yakni Hijriyah. Sehingga selain bernilai ibadah dengan berzikir, sekaligus menyemarahkan tahun baru tersebut,” kata Syafrizal. (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

 

 


Terkait