30 Tahun Hari Solidaritas Jurnalis Palestina, Serikat Catat 262 Jurnalis Gugur Sejak Oktober 2023
Selasa, 29 September 2026 | 14:30 WIB
Serikat Jurnalis Palestina juga mencatat enam jurnalis meninggal dunia sepanjang 2026 imbas genosida Israel. (Foto: WAFA)
Ramallah, NU Online
Hari Solidaritas Internasional untuk Jurnalis Palestina diperingati pada 26 September 2026. Peringatan tahun ini menandai 30 tahun sejak Federasi Internasional Jurnalis (IFJ) menetapkan tanggal tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap jurnalis Palestina.
Hari solidaritas tersebut ditetapkan IFJ pada 26 September 1996, menyusul peristiwa Tunnel Uprising, ketika warga Palestina memprotes pembukaan terowongan oleh Israel di bawah kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem yang diduduki.
Peringatan tahun ini berlangsung di tengah peningkatan serangan dan pelanggaran terhadap jurnalis Palestina sejak perang di Jalur Gaza dimulai pada Oktober 2023, serta operasi militer Israel yang lebih luas di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur. WAFA menyebut eskalasi tersebut belum pernah terjadi sebelumnya.
Menurut data yang didokumentasikan Komite Kebebasan Serikat Jurnalis Palestina, sebanyak 262 jurnalis dan pekerja media Palestina gugur sejak 7 Oktober 2023. Sebanyak 261 orang di antaranya meninggal dunia di Gaza dan satu orang di Kota Tulkarm, Tepi Barat.
Serikat Jurnalis Palestina juga mencatat enam jurnalis meninggal karena serangan Israel sepanjang 2026. Selain itu, serikat tersebut mendokumentasikan sekitar 300 kejahatan, pelanggaran, dan serangan terhadap jurnalis sejak awal tahun ini.
Rinciannya mencakup enam kasus pembunuhan, 10 jurnalis mengalami luka secara langsung, 22 penahanan, 120 kasus penahanan singkat atau pelarangan meliput peristiwa, serta 12 serangan oleh pemukim Israel.
Jurnalis Palestina juga menghadapi penembakan langsung, penggunaan gas air mata dan granat kejut, pembatasan perjalanan, penghancuran dan penyitaan peralatan, denda, serta pembatasan aktivitas peliputan, terutama di Yerusalem Timur yang diduduki dan sekitar Masjid Al-Aqsa.
Serikat Jurnalis Palestina mencatat serangan pemukim terhadap jurnalis telah mencapai 139 kasus. Sementara itu, sebanyak 713 anggota keluarga jurnalis Palestina dilaporkan tewas.
Komite Kebebasan serikat tersebut juga mendokumentasikan 240 insiden penembakan yang diarahkan kepada kru media serta 352 insiden penggunaan gas air mata atau granat kejut.
Selain itu, jurnalis menghadapi pemukulan, upaya penabrakan menggunakan kendaraan, penggerebekan rumah, penyitaan peralatan profesional dan barang pribadi, hingga larangan bepergian.
Data CPJ
Data mengenai korban jurnalis juga dirilis Committee to Protect Journalists (CPJ). Berdasarkan metodologi organisasi tersebut, sedikitnya 247 jurnalis dan pekerja media tewas di Gaza, Lebanon, Yaman, Israel, dan Iran sejak 7 Oktober 2023.
Data CPJ tersebut dirilis pada 24 September 2026. CPJ menyatakan angka tersebut merupakan hasil pendokumentasian dengan metodologi sendiri dan mencakup korban di sejumlah wilayah yang terdampak konflik regional.
Perbedaan angka antara Serikat Jurnalis Palestina dan CPJ berkaitan dengan cakupan serta metodologi pendataan masing-masing. Karena itu, kedua angka tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung sebagai ukuran yang identik.
CPJ juga melakukan peninjauan terhadap data korban jurnalis dan pekerja media di Israel serta wilayah Palestina yang diduduki. Dalam peninjauan yang diumumkan 24 September 2026, CPJ menghapus 22 nama yang sebelumnya tercatat sebagai jurnalis, memasukkan kembali enam nama, dan mengklasifikasikan ulang 12 nama berdasarkan informasi baru.
IFJ menetapkan 26 September sebagai Hari Solidaritas Internasional untuk Jurnalis Palestina pada 1996. Peringatan tersebut bertujuan menyoroti risiko yang dihadapi jurnalis Palestina sekaligus peran mereka dalam mendokumentasikan berbagai peristiwa di wilayah Palestina yang diduduki.