Mojtaba Khamenei: Iran Bertekad Lindungi Teknologi Nuklir dan Rudal
Jumat, 1 Mei 2026 | 10:00 WIB
Jakarta, NU Online
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan tekad bangsa Iran untuk melindungi pencapaian negeri itu di bidang nuklir dan rudal sebagai aset nasional.
Hal itu disampaikan Mojtaba dalam pesan yang dikeluarkan bertepatan dengan Hari Teluk Persia Nasional, Kamis (30/4/2026).
“90 juta warga Iran yang terhormat, baik di dalam maupun di luar negeri, yang menganggap semua kapasitas berbasis identitas, spiritual, kemanusiaan, ilmiah, industri, dan teknologi—dari nano dan bio hingga teknologi nuklir dan rudal—sebagai aset nasional dan akan melindunginya sebagaimana mereka mempertahankan perbatasan darat, laut, dan udara mereka,” kata Mojtaba, seperti dikutip Tasnim News.
Ia juga mengatakan bahwa Iran akan menjamin keamanan Teluk Persia dan memberantas penyalahgunaan jalur air ini oleh musuh-musuh yang bermusuhan.
“Orang luar yang datang dari ribuan kilometer jauhnya dengan niat serakah tidak memiliki tempat di sini kecuali di kedalaman perairannya,” tegas Mojtaba.
Ia menyebut, apa yang dicapai Iran dalam mempertahankan wilayahnya menandai munculnya tatanan regional dan global yang baru.
“Kerangka hukum dan pengelolaan Selat Hormuz yang baru akan membawa kenyamanan dan kemajuan bagi semua bangsa di kawasan ini, dan manfaat ekonominya akan membawa kebahagiaan bagi rakyat—insya Allah,” tegas Mojtaba.
Sementara itu, AS di bawah pemerintahan Donald Trump dibatasi oleh undang-undang tahun 1973, yang mensyaratkan beberapa langkah pemberitahuan dan persetujuan yang dimaksudkan untuk mengendalikan kekuasaan militer seorang panglima tertinggi.
Salah satu ketentuannya adalah bahwa tindakan militer yang diizinkan oleh presiden harus berakhir setelah 60 hari kecuali Kongres telah secara eksplisit menyetujuinya, atau telah menyatakan perang. Batas waktu 60 hari itu akan berakhir pada Jumat (1/5/2026).
Seorang pejabat Gedung Putih yang enggan disebut namanya mengatakan kepada Associated Press bahwa pemerintah AS dapat meminta perpanjangan 30 hari dengan memberi tahu Kongres secara tertulis bahwa masih ada kebutuhan akan tindakan militer. Gedung Putih belum mengindikasikan secara publik apakah Trump akan meminta perpanjangan tersebut.
Sejak 13 April, tulis The Guardian, AS telah melancarkan blokade untuk menghentikan pergerakan kapal tanker minyak masuk atau keluar dari pelabuhan Iran. Dengan perundingan yang dimediasi Pakistan menemui jalan buntu, hanya ada sedikit tanda-tanda blokade akan dicabut, sehingga mendorong harga minyak di atas 120 dolar per barel.
Penutupan selat tersebut dinilai telah memberikan tekanan pada Trump. Hal ini mengingat harga minyak dan bensin telah meroket menjelang pemilihan paruh waktu yang krusial, serta pada sekutu-sekutu Teluknya, yang menggunakan jalur air tersebut untuk mengekspor minyak dan gas mereka.
Pengakuan Trump, pada Rabu (29/4/2026), bahwa dia tidak mengetahui jalan pintas keluar dari kebuntuan tersebut mendorong harga minyak mendekati 125 dolar per barel.