Jakarta, NU Online
Jelang Idul Fitri, banyak umat Muslim di Indonesia melakukan perjalanan menuju kampung halaman masing-masing. Perjalanan itu dikenal dengan istilah mudik.
Dalam melakukan perjalanan jauh itu, pemudik dianjurkan untuk membaca doa agar diberi keselamatan sampai ke tempat tujuan.
Ustadz Alhafiz Kurniawan menghadirkan doa-doa khusus yang dibaca untuk menempuh perjalanan mudik dalam artikelnya Doa Naik Kendaraan yang dikutip NU Online pada Selasa (17/3/2026). Doa-doa tersebut termaktub dalam kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi mengutip sejumlah hadits riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasai dari Sayyidina Ali ra terkait doa berkendara.
Adapun doa yang dimaksud adalah sebagai berikut.
1. Basmalah
2. Lalu membaca doa berikut:
Baca Juga
Khutbah Idul Fitri: Mudik Ke Surga
الحَمْدُ للهِ/سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Alhamdulillāhilladzī/subhānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahū muqrinīna, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūna.
Artinya, "Segala puji bagi Allah/maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami. Padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sungguh, kami akan kembali kepada Tuhan kami."
3. Alhamdulillāh (3 kali).
4. Allāhu akbar (3 kali).
5. Kemudian membaca doa berikut:
سُبْحَانَكَ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى فَاغْفِرْ لِى فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ
Subhānaka innī zhalamtu nafsī faghfirlī fa innahū lā yaghfiruz dzunūba illā anta.
Artinya, "Maha suci Engkau, sungguh aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sungguh, tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau."
Dalam praktiknya, orang sering menyingkat doa di atas hanya membaca nomor satu yaitu membaca basmalah dan nomor dua, yakni Alhamdulillāhilladzī/subhānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahū muqrinīna, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūna.
Selain serangkaian bacaan di atas, pemudik juga bisa membaca surat Al-Ikhlash sepanjang perjalanan sebagaimana dijelaskan dalam tulisan Ustadz Alhafiz Kurniawan berjudul Doa Perjalanan Mudik. Berikut bacaan lengkap Surat Al-Ikhlash:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4
Qul huwallâhu aḫad. Allâhush shamad. Lam yalid, wa lam yûlad. Wa lam yakullahû kufuwan aḫad.
Artinya, “Katakanlah, ‘Dialah Allah yang esa. Dia tempat bergantung. Dia tidak melahirkan dan tidak dilahirkan. Tiada satu pun yang menyamai-Nya.’”
Di samping itu, Rais 'Ali Jam'iyyah Ahlit Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) KH Achmad Chalwani mengijazahkan bacaan Al-Qur'an Surat Quraisy untuk dibaca sebelum melakukan perjalanan mudik. Jika jaraknya dekat, cukup dibaca tiga kali. Namun, jika jaraknya cukup jauh, bisa dibaca 7 kali atau 11 kali.
“Pergi dengan jarak dekat membaca sekali, agak jauh sedikit membaca tiga kali, lebih jauh membaca tujuh kali, sangat jauh membaca sebanyak sebelas kali,” tegasnya dikutip dari artikel berjudul Mau Mudik? Ini Ijazah Doa dari Kiai Chalwani.
Kiai Chalwani juga menyarankan agar membaca kalimat lainnya, yakni sebagai berikut.
بِسْمِ اللهِ مَا شَاءَ الله، لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Bismillaahi maa syaa`allaah laa quwwata illaa billaah.
“Nabi mengatakan: barangsiapa di dalam bepergian mau membaca ‘bismillaahi maa syaa`allaah laa quwwata illaa billaah’, kamu yang dalam bepergian, harta yang kamu bawa akan dijaga oleh Allah, yang ditinggal pun akan dijaga oleh Allah,” jelasnya.