Nasional

Bibit Siklon Tropis 91B Ancam Picu Hujan Lebat di Aceh dan Sumatra Utara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Bibit Siklon Tropis 91B Ancam Picu Hujan Lebat di Aceh dan Sumatra Utara

Tangkapan layar video warga memperlihatkan luapan banjir di Gayo Lues Aceh, Rabu (28/10/2026).

Jakarta, NU Online

Ancaman banjir di wilayah Sumatra bagian utara berpotensi meningkat menyusul keberadaan bibit Siklon Tropis 91B di Teluk Andaman, sebelah utara Aceh. Fenomena ini berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Aceh dan Sumatra Utara hingga 31 Oktober 2026.

 

Potensi hujan tersebut perlu diwaspadai karena sejumlah wilayah masih dilanda banjir. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan mengatakan, banjir masih menggenangi Kota Subulussalam, Aceh, dan Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.

 

“Banjir juga dilaporkan kepada kami di Kota Subulussalam, Aceh, banjir masih tetap menggenangi 177 rumah dan jumlah orang yang terdampak atau KK yang terdampak sebesar 1.985 KK. Di Langkat juga kami mendapatkan laporan ada 691 KK yang terdampak akibat banjir di Sumatra Utara ini,” ujarnya dalam konferensi pers Info Bencana Terkini, Kamis (29/10/2026) malam.

 

Ia mengatakan, keberadaan bibit Siklon Tropis 91B perlu menjadi perhatian masyarakat meskipun fenomena tersebut diperkirakan tidak berdampak langsung terhadap Indonesia.

 

“Saat ini ada bibit siklon tropis 91B yang berada di Teluk Andaman di Aceh Bagian Utara. Memang siklon ini diprediksi tidak akan berdampak langsung ke Indonesia, tetapi ada potensi hujan lebat di beberapa tempat hingga tanggal 31 Oktober nanti. Hujan dengan intensitas sedang dan lebat ada di Aceh maupun Sumatra Utara,” jelasnya.

 

Selain memicu hujan, bibit siklon tersebut juga berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di perairan Selat Malaka bagian utara. BNPB mencatat tinggi gelombang signifikan berada pada kategori sedang, yakni berkisar 1,25 hingga 2,5 meter.

 

“Kami menghimbau kiranya masyarakat tetap waspada walaupun tidak perlu panik, kesiapsiagaan menjadi hal yang utama untuk keselamatan kita,” tegasnya.

 

Berton juga mengingatkan masyarakat mengenai potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Fase siaga dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di Aceh, Lampung, Bengkulu, Riau, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Sumatra Utara.

 

Sementara itu, fase waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat meliputi sejumlah wilayah di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Papua.

 

Menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah, BNPB meminta pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan. Langkah yang perlu dilakukan antara lain mengaktifkan posko siaga, memeriksa peralatan dan logistik, membersihkan sungai serta saluran drainase, dan memetakan wilayah rawan banjir maupun longsor.

 

“Aktifkan posko siaga, cek kesiapsiagaan peralatan maupun logistik yang sudah ada di wilayah masing-masing, bersihkan sungai, drainase, gorong-gorong sebelum puncak hujan tiba, petakan dan pantau wilayah rawan banjir, longsor, dan terutama masyarakat yang ada di pesisir,” tegas Berton.

 

Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan jalur evakuasi, menyebarluaskan peringatan dini BMKG, serta memastikan ketersediaan layanan kesehatan, dapur umum, dan tempat pengungsian.

 

Sementara itu, masyarakat diimbau membersihkan saluran air, tidak membuang sampah ke sungai, mengenali jalur evakuasi, serta menyiapkan tas siaga dan dokumen penting.

 

Warga yang tinggal di kawasan perbukitan juga diminta mewaspadai tanda-tanda potensi longsor, seperti retakan tanah, aliran air keruh, dan pohon yang mulai miring.

 

“Apabila hujan lebat, jauhi sungai, lereng, dan pantai, jangan melaut saat gelombang tinggi,” pungkas Berton.