BNPB Minta Warga dan Wisatawan Jauhi Zona Bahaya Anak Krakatau, Semeru, dan Merapi
Jumat, 6 November 2026 | 11:07 WIB
Jakarta, NU Online
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga, wisatawan, pendaki, dan penambang untuk menjauhi kawasan berbahaya di sekitar Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, dan Gunung Merapi. Ketiga gunung api tersebut berstatus Siaga atau Level III sehingga aktivitas masyarakat di kawasan rawan bencana perlu dibatasi sesuai rekomendasi keselamatan masing-masing.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan menegaskan bahwa masyarakat harus mematuhi rekomendasi jarak aman sesuai karakteristik ancaman setiap gunung.
“Perlu kami sampaikan di mana ada tiga gunung api yang sedang status Siaga atau level III. Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Warga kiranya menjauhi daerah radius 5 kilometer itu termasuk kepada warga dan wisatawan untuk tidak mendekat di wilayah 5 kilometer,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Kamis (5/11/2026).
Sementara itu, kawasan berbahaya Gunung Merapi yang berada di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah ditetapkan dalam radius 3 kilometer dari puncak. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas di kawasan tersebut.
Adapun untuk Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, BNPB mengingatkan masyarakat agar menjauhi kawasan berbahaya sesuai rekomendasi PVMBG, termasuk radius 5 kilometer dari kawah atau puncak.
“Laporan yang kami terima dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Badan Geologi, Kamis (5/11/2026) telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 09.24 waktu Indonesia bagian barat,” kata Berton.
Ia mengatakan, erupsi tersebut menghasilkan kolom abu berwarna kelabu kehitaman dengan ketinggian sekitar 700 meter di atas puncak. Selain itu, terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur hingga 4.500 meter ke arah tenggara.
BNPB juga menyampaikan rekomendasi agar masyarakat tidak beraktivitas di sektor tenggara hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Warga diminta menghindari aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai hingga jarak 7 kilometer karena berpotensi terdampak awan panas dan lahar.
Berton mengatakan, zona steril di sekitar kawah atau puncak Gunung Semeru ditetapkan dalam radius 5 kilometer. Ancaman awan panas, guguran lava, dan lahar juga perlu diwaspadai di sepanjang lembah serta aliran sungai Besuk, Kobokan, Bang, Kembar, dan Sat.
Ia meminta masyarakat tetap tenang, tetapi meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi erupsi. Warga diminta mengikuti perkembangan aktivitas gunung, mematuhi arahan petugas, menjauhi zona bahaya, serta menghindari sungai yang berhulu di Gunung Semeru.
Selain menggunakan masker dan kacamata pelindung ketika terjadi hujan abu, masyarakat juga diminta menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting, obat-obatan, dan makanan untuk kebutuhan darurat.
“Tunda pendakian sedapat mungkin, hindari lanjutkan perjalanan saat aktivitas vulkanik meningkat. Utamakan keselamatan dan jangan ambil risiko demi foto ataupun wisata,” pungkas Berton.