Buka Konferwil XV PWNU Aceh, Gus Yahya: Doa Ulama Jadi Keberkahan Perjalanan NU
Senin, 16 Februari 2026 | 10:00 WIB
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf membuka Konferwil XV PWNU Aceh di Banda Aceh, Ahad (15/2/2026) malam. (Foto: NU Online/Helmi Abu Bakar)
Banda Aceh, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menyampaikan refleksi dan pesan kebangsaan saat membuka Konferwil XV Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Aceh di Banda Aceh, Ahad (15/2/2026) malam. Momentum tersebut bertepatan dengan hari kelahirannya yang ke-60 tahun.
“Saya lupa, hari ini milad kelahiran saya. Sebuah keberkahan karena mendapatkan doa dari para guru, para teungku, dan ulama Aceh,” ujarnya di hadapan peserta konferensi yang berlangsung 15-16 Februari 2026 di Gedung MPU Banda Aceh.
Suasana pembukaan berlangsung khidmat. Para ulama, kiai, teungku, dan kader nahdliyin dari seluruh kabupaten/kota di Aceh hadir dalam forum lima tahunan tersebut. Bagi Gus Yahya, kebersamaan itu bukan sekadar agenda organisasi, melainkan juga momentum spiritual.
Ia menilai doa para ulama Aceh memiliki makna mendalam dalam perjalanan khidmatnya memimpin jam’iyah. Menurutnya, kepemimpinan di lingkungan NU tidak hanya bertumpu pada manajemen dan strategi, tetapi juga keberkahan para masyayikh.
“Doa para ulama merupakan energi spiritual. Tanpa doa dan restu para guru, perjalanan ini tidak memiliki keberkahan,” katanya.
Gus Yahya menyampaikan, lebih dari empat tahun memimpin PBNU, organisasi menghadapi berbagai dinamika dan agenda besar. Transformasi kelembagaan, penguatan tata kelola, serta percepatan sistem kaderisasi menjadi fokus utama.
“Saya telah memimpin NU lebih dari empat tahun dengan berbagai dinamika dan agenda yang kita lakukan bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengaderan merupakan fondasi keberlanjutan jam’iyah. Tanpa kader yang kuat secara ideologis dan manajerial, organisasi akan sulit menjawab tantangan zaman.
Karena itu, ia mengapresiasi capaian PWNU Aceh dan PCNU se-Aceh yang menempatkan Aceh pada peringkat ke-13 dari 38 provinsi dalam capaian pengkaderan nasional.
“Terima kasih kepada PWNU Aceh dan PCNU se-Aceh. Prestasi ini menunjukkan kerja keras yang nyata,” katanya.
Menurutnya, setiap capaian tidak terlepas dari proses dan dinamika organisasi, baik internal maupun eksternal. “Apa pun yang kita lalui adalah proses. Dalam perjalanan itu pasti ada dinamika,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali atau Abu Sibreh, menyampaikan ucapan selamat milad kepada Gus Yahya.
“Barakallah fii umrik ke-60, KH Yahya Cholil Staquf. Semoga senantiasa diberi kesehatan, umur panjang, serta kekuatan lahir dan batin dalam mengemban amanah membimbing umat dan menjaga khidmah untuk Nahdlatul Ulama serta bangsa,” ujarnya.
Ia menilai kehadiran Gus Yahya dalam momentum Konferwil menjadi energi tersendiri bagi nahdliyin Aceh. Doa para ulama yang mengiringi milad tersebut disebutnya sebagai pertanda baik bagi perjalanan NU ke depan.