Nasional

Empat Menteri Batal Hadiri Muskerwil NU Jatim

Kamis, 27 Februari 2014 | 14:00 WIB

Jombang, NU Online
Awalnya, ada empat menteri yang akan ikut berpartisipasi pada kegiatan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Pertama PWNU Jawa Timur (25-27/2) di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang. Namun karena sejumlah agenda mendadak, tidak satupun menteri yang hadir pada kegiatan ini.
<>
Kepastian ketidakhadiran para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II ini disampaikan Sekretaris PWNU Jatim, Akhmad Muzakki Grand Dip SEA, MAg, MPhil, PhD kepada NU Online, Rabu (26/2).

“Ada acara mendadak di Jakarta yang akhirnya tidak bisa ditinggalkan,” kata Pak Zakki, sapaan akrabnya. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh harus mendampingi Raja Jordania yang hari ini melakukan kunjungan ke PBNU.

“Karena Jordania adalah negara Islam, maka dapat dipastikan Menteri Agama RI juga ikut dalam kegiatan tersebut,” tandas mantan Ketua PW LP Ma’arif NU Jatim ini.

Dan panitia juga mendapatkan informasi tambahan bahwa terhitung mulai tanggal 25-27/2, para menteri dilarang berada di luar Jakarta. “Hal ini kian meyakinkan kami bahwa para menteri tidak akan bisa diharapkan kehadirannya,” ungkapnya.

Dalam agenda yang disusun panitia Muskerwil, setidaknya ada tiga menteri yang diharapkan bisa mengisi diskusi panel. Ada Prof Dr H Muhammad Nuh, Mendikbud RI yang didaulat menyampaikan materi pentingnya pendidikan kewirausahaan bagi jam’iyah NU. Demikian juga Dr H Suryadarma Ali dari Kementerian Agama dan Drs H Ahmad Muhaimin Iskandar, MSi yang diharapkan memberikan ulasan tentang integrasi kebijakan Kementerian Agama dan Kemenakertrans pusat dan daerah untuk penguatan eksistensi pesantren.

Para menteri ini harusnya tampil hari ini jam 08.00 hingga 09.30. Sebelumnya, Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan juga berhalangan hadir lantaran ada kegiatan di luar negeri.

Sejumlah peserta sangat menyayangkan ketidakhadiran para menteri tersebut. Ketua PCNU Jombang misalnya, ckup kecewa dengan absennya sejumlah menteri tersebut. “Acara sudah disiapkan sedemikian rupa, kok beliau-beliau tidak hadir,” kata KH Dr Isrofil Amar, MAg.

Namun demikian, seluruh agenda Muskerwil tidak terganggu. Antusias peserta dalam mengikuti diskusi panel sangat tinggi. Terbukti para peserta tidak bergeming saat harus mengikuti diskusi sessi pertama hingga kedua yang berakhir jam 13.30 wib.

Dan Muskerwil PWNU Jatim akhirnya ditutup dini hari tadi. Sejumlah permasalahan yang telah dibahas pada sidang komisi dituntaskan malam itu juga dengan siding pleno yang dipimpin Wakil Ketua PWNU Jatim, H Hamid Syarief.

Saat penutupan, baik Ketua PWNU Jatim, KH M Hasan Mutawakkil Alallah dan Rais Syuriah, KH Miftachul Akhyar sangat bangga dengan antusias peserta daam menuntaskan kegiatan ini. “Selanjutnya tugas pengurus adalah merumuskan seluruh hasil sidang untuk disosialisasikan ke PCNU se Jawa Timur dalam kegiatan turba,” tandas Kiai Mutawakkil. (Syaifullah/Abdullah Alawi)



Terkait