Nasional

Gus Baha: Berketuhanan Harus Dibarengi Perilaku Adil dan Beradab

Senin, 28 September 2026 | 19:30 WIB

Gus Baha: Berketuhanan Harus Dibarengi Perilaku Adil dan Beradab

Gus Baha saat Ngaji Kebangsaan bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di kompleks LP3IA, Narukan, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026). (Foto: tangkapan layar Youtube LP3IA)

Rembang, NU Online

Pengasuh Lembaga Pembinaan, Pendidikan, dan Pengembangan Ilmu Al-Qur'an (LP3IA) KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menekankan pentingnya kesadaran berketuhanan secara beradab. Menurutnya, kesadaran tersebut dapat mendorong seseorang maupun lembaga negara untuk mencegah keburukan sekaligus menata kebaikan.

 

Hal itu disampaikan Gus Baha saat mengisi agenda Ngaji Kebangsaan bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di kompleks LP3IA, Narukan, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti personel Polri dan santri secara langsung maupun daring.

 

Gus Baha menuturkan, kesadaran bertuhan membuat manusia tetap dapat berlaku baik, baik ketika berada dalam pengawasan maupun tidak.

 

Ia memberikan gambaran tentang seseorang yang menghindari tindak pidana seperti membunuh, mencuri, mengonsumsi narkoba, atau melakukan perbuatan asusila karena takut terhadap sanksi sosial maupun hukum. Menurutnya, orang tersebut berpotensi melakukan pelanggaran ketika berada dalam situasi tanpa pengawasan, seperti di tempat sepi dan jauh dari aparat.

 

“Tapi kalau orang ini berketuhanan yang Maha Esa di manapun dia tetap takut melakukan tindak pidana, karena tahu di mana-mana Tuhan itu melihat,” kata Gus Baha dalam kanal YouTube Official LP3IA yang dikutip NU Online, Senin (28/9/2026).

Berketuhanan dan Berbuat Baik

Gus Baha menjelaskan, nilai Ketuhanan Yang Maha Esa sebagaimana tercantum dalam sila pertama Pancasila dapat mendorong seseorang untuk berbuat baik tanpa melihat atribusi yang melekat pada orang lain.

 

Menurutnya, sikap tersebut antara lain tercermin dalam perjuangan para kiai ketika berbagai elemen bangsa berupaya mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

 

“Makanya kata Mbah Maimun, guru saya, sering cerita 'di kebun saya itu mesti ada ketela sama uwi, kata Mbah Maimun itu dulu yang memerdekakan Indonesia, karena ketika tentara di kampung-kampung itu yang merawat kiai-kiai yang daerah sini,” kenang Gus Baha.

 

Mustasyar PBNU itu menambahkan, berketuhanan harus dibarengi dengan perilaku yang adil dan beradab. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan amanat para pendiri bangsa yang tercermin dalam sila kedua Pancasila.

 

Ia menilai prinsip tersebut penting untuk merawat hubungan antarumat beragama, terutama di Indonesia. Tanpa dibarengi adab, menurutnya, pemeluk agama dapat dengan mudah mengatasnamakan Tuhan dan menyalahkan orang yang berbeda keyakinan.

 

“Sehingga berketuhanan itu harus punya ukuran yang objektif, punya perilaku yang adil dan beradab. Jadi kita mengatasnamakan Tuhan itu pantas. Kalau kita berbeda saling menghormati,” tutur Gus Baha.

 

“Ajaran yang terkenal dari kiai-kiai kita yang punya ikatan dengan Allah, hablun minallah, dan punya hablun minan nas (ikatan dengan manusia),” imbuhnya.

Ajakan Memperkuat Doa

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa ikhtiar kebangsaan perlu disertai doa dan penguatan spiritual dari para kiai. Menurutnya, manusia harus menyadari keterbatasannya dan menjadikan Allah SWT sebagai tempat bersandar.

 

“Di tengah situasi seperti ini, kita sangat membutuhkan siraman, doa dari kiai kita, semangat dari kiai kita,” ujar Sigit.

 

Ia menilai doa menjadi bagian penting dari ikhtiar agar berbagai upaya yang dilakukan dapat berjalan dengan baik. Karena itu, Sigit mengajak para kiai mendoakan generasi muda, bangsa, dan negara.

 

“Pak Kiai, tolong doakan anak-anak kami. Mari kita doakan bersama-sama bangsa kita, mari kita doakan bersama-sama negara kita,” tuturnya.

 

Sigit berharap ikhtiar tersebut bermuara pada terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur serta negara baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, yakni negeri yang baik dan mendapatkan ampunan Allah SWT.