Gus Kikin Kunjungi Pojok Gus Dur pada Momen Perdana Ngantor di PBNU
Jumat, 4 September 2026 | 17:00 WIB
Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin (jas hitam) saat berkunjung ke Pojok Gus Dur, Jumat (4/9/2026) di kantor PBNU Jakarta. (Foto: dok istimewa)
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengawali aktivitas perdananya di Kantor PBNU dengan mengunjungi sejumlah sudut kantor, termasuk Pojok Gus Dur, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).
Gus Kikin mengunjungi Pojok Gus Dur didampingi antara lain H Gudfan Arif Ghofur dan KH Samsul Ma'arif. Mereka berbincang hangat di ruang literasi yang menyimpan berbagai dokumentasi tentang KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Pojok Gus Dur resmi dibuka kembali sebagai fasilitas publik dan pusat studi pada Agustus 2011 di bawah pengelolaan Yayasan Bani Abdurrahman Wahid. Ruangan tersebut terus mengembangkan dokumentasi berupa tulisan, buku, video, foto, dan rekaman yang berkaitan dengan Gus Dur.
Keberadaan Pojok Gus Dur tidak sekadar menjadi ruang untuk mengenang mantan Presiden ke-4 RI tersebut. Tempat ini juga menjadi ruang diskusi berbagai persoalan sekaligus pusat rujukan bagi peneliti dan masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dalam sosok Gus Dur.
Di ruangan tersebut, Gus Dur juga kerap menerima tamu, kader NU, tokoh bangsa, hingga masyarakat umum untuk berdiskusi.
Pojok Gus Dur merupakan bekas ruang kerja Gus Dur selama menjabat Ketua Umum PBNU tiga periode pada 1984-1999. Setelah tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU maupun Presiden RI, Gus Dur masih menempati ruangan tersebut hingga akhir hayatnya.
Atas dasar penghargaan dan pemanfaatan ruangan tersebut, PBNU merestuinya menjadi perpustakaan, ruang diskusi, serta pusat dokumentasi di bawah pengelolaan Yayasan Bani Abdurrahman Wahid.
Gus Kikin hadir pada pagi hari untuk bersilaturahmi dengan staf dan karyawan yang bekerja di lingkungan PBNU. Dalam kunjungan tersebut, ia juga meninjau ruang kerja yang nantinya digunakan sebagai ruang Ketua Umum PBNU. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal sebelum struktur kepengurusan PBNU dilengkapi dan mulai menjalankan aktivitas organisasi.
Gus Kikin menyampaikan bahwa penyusunan kepengurusan menjadi pekerjaan penting agar PBNU dapat segera bergerak menjalankan program dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kita akan susun semuanya, kita lengkapi semua organisasi yang ada di PBNU supaya segera bisa kita beraktivitas, segera kita bisa berkhidmah kepada masyarakat untuk kemaslahatan umat,” ujar Gus Kikin, Jumat (4/9/2026) di kantor PBNU Jakarta.
Kedekatan Sejarah Gus Kikin dan Gus Dur
Kunjungan Gus Kikin ke Pojok Gus Dur juga memiliki dimensi kedekatan sejarah. Gus Kikin dan Gus Dur merupakan kerabat dari keturunan pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy'ari.
Kedekatan tersebut juga membuat Gus Kikin turut berperan dalam pengelolaan makam KH Hasyim Asy'ari dan Gus Dur di kompleks pemakaman keluarga Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.
Makam Gus Dur tetap terbuka untuk umum meskipun almarhum merupakan mantan Presiden RI ke-4. Makam tersebut dikelola dan dirawat oleh keluarga besar Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng.