Hari Ke-9 KMP Virgo Tenggelam, 15 Korban Meninggal Ditemukan, 120 Masih Dicari
Selasa, 22 September 2026 | 08:00 WIB
Jakarta, NU Online
Korban meninggal dunia dalam kecelakaan KMP Virgo Transport 8 kembali bertambah. Hingga Senin (21/9/2026) pukul 21.00 WIB, Basarnas mengonfirmasi 15 korban meninggal dunia telah ditemukan, sementara 120 orang lainnya masih dalam pencarian.
Kepala Kantor Search and Rescue (SAR) Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan tim SAR berhasil mengevakuasi lima korban pada operasi hari ke-9.
“Hari ini kita berhasil mengevakuasi lima korban. Semua dalam keadaan black delta dan masih proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin,” katanya dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari kesembilan kecelakaan KMP Virgo Transport 8 yang digelar secara daring pada Senin (21/9/2026) malam.
Ia menjelaskan, dari lima korban tersebut, tiga jenazah ditemukan terjebak di dalam badan kapal. Sementara dua jenazah lainnya ditemukan di Pantai Seruyan, Kalimantan Tengah.
“Kita mendapatkan tiga jenazah korban dari KMP Virgo Transport 8 yang terjebak di dalam badan kapal. Kemudian, ada juga penemuan korban dari KMP Virgo Transport 8 yang kita temukan di Pantai Seruyan, Kalimantan Tengah,” katanya.
“Saat ini kedua jenazah tersebut dievakuasi atau dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Nanti proses identifikasinya dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin,” sambungnya.
I Putu mengungkapkan, operasi pencarian masih menghadapi kondisi yang tidak mudah. Perubahan cuaca di lokasi kejadian berlangsung cepat sehingga tim penyelam harus memanfaatkan waktu ketika arus laut dan gelombang mulai teduh.
“Adanya dinamika perubahan cuaca di lokasi kejadian yang sangat cepat. Sehingga tim penyelam memanfaatkan waktu-waktu yang arus lautnya teduh, gelombangnya juga sudah mulai teduh. Nah, waktu itulah yang dimanfaatkan oleh tim penyelam dari BSG untuk melaksanakan penyelamatan, dan itu waktunya tidak berlangsung lama,” ungkapnya.
Risiko juga meningkat ketika penyelam memasuki kompartemen bagian bawah kapal. Kondisi kapal yang belum sepenuhnya diketahui kestabilannya membuat proses pencarian harus dilakukan secara hati-hati.
“Di sana yang paling sulit dan berisiko karena begitu kita masuk ke bagian bawah kapal, kita tidak tahu kestabilan kapal saat ini. Begitu kita mencari di daerah paling bawah, takutnya (kapal) itu akan berubah posisi. Ini yang akan membahayakan tim penyelam,” tutur I Putu.
Menurutnya, teknik penyelaman dan evakuasi korban di ruang sempit juga memiliki risiko tersendiri, termasuk ketika tim harus memecahkan kaca kapal.
“Teknis memecahkan kaca juga memiliki teknik. Tidak bisa kaca dipecahkan, kita berada di depannya. Karena begitu kaca pecah, ini akan ada dorongan yang luar biasa. Ini akan membahayakan tim penyelam sendiri. Jadi banyak hal-hal yang memang harus menjadi perhatian, terutama menyelam di kedalaman di ruang-ruang yang memang tersekat,” ujarnya.
Dengan tambahan lima korban tersebut, total 123 orang telah ditemukan dari 243 orang yang tercatat dalam manifes. Rinciannya, 108 orang selamat dan 15 orang meninggal dunia.
Sementara itu, 120 orang lainnya masih belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.