Nasional

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 6 Meninggal, 139 Orang Masih Dicari

NU Online  ·  Senin, 14 September 2026 | 11:00 WIB

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 6 Meninggal, 139 Orang Masih Dicari

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Praksono (tengah) dalam konferensi pers secara daring pada Ahad (13/9/2026). (Foto: tangkapan layar instagram sar_nasional)

Jakarta, NU Online

Sebanyak 139 orang masih dalam pencarian setelah KM Virgo Transport 8 mengalami kondisi darurat di perairan Laut Jawa pada Ahad (13/9/2026) pagi. Kapal tersebut diketahui sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan membawa 243 orang, terdiri atas 213 penumpang dan 30 kru kapal. Kapal tersebut kemudian mengalami kedaruratan sebelum hilang kontak.

 

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Praksono mengatakan jumlah 243 orang menjadi dasar operasi pencarian dan pertolongan.

 

“Dalam pelaksanaan operasi pencarian khususnya yang kapal hilang kontak maupun kapal tenggelam dan lain sebagainya, kita berdasar dari data yang kita dapat. Data khususnya di kapal Virgo itu ada 243 orang itu yang menjadi dasar kita dalam proses operasi pencarian dan pertolongan,” ujar Edy dalam konferensi pers secara daring pada Ahad (13/9/2026).

 

Hingga Ahad (13/9/2026) pukul 15.30 WIB, sebanyak 104 korban telah terevakuasi. Sebanyak 98 orang selamat, sedangkan enam orang meninggal dunia.

 

Edy menjabarkan dari TB Mauhau terdapat 16 orang, dengan 15 orang selamat dan satu meninggal dunia. Dari TB TCP terdapat enam orang, terdiri atas satu orang selamat dan lima orang meninggal dunia. Kemudian, KM Haida menyelamatkan 69 orang dalam kondisi selamat.

 

Ia menambahkan, sebanyak 22 orang lainnya diselamatkan kapal nelayan Cahaya Bahari dan dipindahkan ke Kapal Intan Daya. Satu orang juga ditemukan selamat di kapal nelayan Sri Asih. Dengan demikian, 139 orang masih dalam pencarian.

 

“Terkait dengan operasi pencarian, kita tentunya akan memaksimalkan mungkin upaya-upaya dalam mengevakuasi, khususnya penumpang yang masih dalam pencarian sejumlah 139 (orang) dengan melibatkan unsur-unsur laut maupun unsur udara,” katanya.

 

Edy menyampaikan kronologi hilangnya kontak kapal tersebut. Basarnas menerima laporan kedaruratan pada pukul 04.10 dari GM PT Virgo melalui Kantor SAR.

 

“Kebetulan juga kami sudah berhubungan langsung sama kapten kapal. Di mana kapten kapal juga sudah menyampaikan terkait dengan distress. Namun pada saat kejadian, pada saat diminta ulang oleh operator yang menerima, ini langsung terputus,” jelasnya.

 

Ia mengungkapkan bahwa dalam operasi pencarian, cuaca buruk dan gelombang tinggi menjadi tantangan. KN Permadi dari Surabaya bahkan harus kembali karena kondisi tersebut.

 

“Masalah teknis di lapangan tentunya cuaca dan gelombang ini menjadi tantangan buat kita. Karena di satu sisi KN Permadi yang dari Surabaya juga pada saat pemberangkatan karena cuaca cukup buruk dalam hal ini gelombang cukup tinggi, sehingga KN Permadi kembali. Namun, KN maupun alur laut yang melaksanakan operasi pencarian ini tetap melaksanakan sesuai dengan SOP yang kita laksanakan,” ujarnya.

 

Edy menyampaikan bahwa berdasarkan informasi kapten kapal, kemiringan kapal terjadi akibat hantaman ombak dari lambung kanan.

 

“Disampaikan oleh nakhoda kapal Virgo, kemiringan kapal tersebut akibat dari hantaman ombak dari lambung kanan (kapal). Ini yang info yang kami dapat langsung dari kapten kapal Virgo tersebut,” ujarnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang