IPNU-IPPNU Luncurkan Logo dan Tema Kongres, Teguhkan Nilai dan Penguasaan Zaman
Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:00 WIB
Peluncuran Logo dan Tema Kongres XXI IPNU dan XX IPPNU di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya No. 164, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (15/10/2026).(Foto: NU Online/Jannah)
Jakarta, NU Online
Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) meluncurkan logo dan tema kongres sebagai identitas sekaligus representasi arah perjuangan organisasi. Peluncuran berlangsung di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).
Dalam Kongres XX IPPNU, panitia mengusung tema “Pelajar Putri NU Meneguhkan Nilai, Menguasai Zaman”. Ketua PP IPPNU Washfi Velasufah atau Vela menjelaskan bahwa tema tersebut menekankan pentingnya nilai-nilai organisasi sebagai pijakan dalam menghadapi tantangan zaman.
“Dengan internalisasi nilai-nilai ini seperti akhlakul karimah bisa menguasai zaman,” ujarnya saat ditemui NU Online seusai peluncuran.
Ia berharap tema tersebut dapat mendorong kader pelajar NU untuk terlibat aktif dalam perkembangan dunia digital. Hal ini penting sebagai respons terhadap perkembangan teknologi dan media digital.
“Maka kami, kader-kader IPPNU berharap menguasai zaman, tidak hanya menjadi konsumen,” ujar Vela.
Sementara itu, Ketua PP IPNU Muhammad Agil Nuruz Zaman menjelaskan bahwa tema kongres disusun untuk mempersiapkan kader NU menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Menurutnya, kader IPNU dan IPPNU saat ini menghadapi dua realitas sekaligus, yakni kehidupan nyata dan dunia maya. Karena itu, kader perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan menguasai keduanya.
“Medan garap atau medan pertempuran IPNU-IPPNU hari ini tidak hanya berkaitan dengan realitas nyata, tetapi juga realitas maya. Itu yang harus dikuasai kader-kader,” kata Agil.
Ia juga menyampaikan bahwa Kongres XXI IPNU akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Darul Amanah, Kendal, Jawa Tengah, pada 26–30 November 2026.
Pesantren tersebut dipilih karena memiliki hubungan historis dengan organisasi. Agil berharap Kendal menjadi ruang pertemuan berbagai gagasan untuk menentukan arah perjuangan IPNU ke depan.
“Jawa Tengah ini merupakan poin berdirinya IPNU, dan saya rasa Kendal ini dapat menjadi sebuah magnet untuk pertemuan berbagai gagasan organisasi yang akan datang,” katanya.
Makna Filosofis Logo Kongres XXI IPNU
PP IPNU juga menjelaskan makna filosofis logo Kongres XXI IPNU tahun 2026. Berkas logo dapat diakses melalui tautan berikut https://bit.ly/4i2o2ri:
1. Kaligrafi Angka Hijaiyah 21
Bentuk angka 21 yang dirangkai menggunakan kaligrafi artistik merepresentasikan pelaksanaan Kongres XXI sebagai momentum regenerasi struktural. Bentuk ini juga melambangkan perjuangan organisasi yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan tradisi intelektual pesantren.
2. Bentuk Obor
Obor menjadi simbol kepemimpinan, penerangan, dan estafet perjuangan organisasi yang tidak pernah padam. Simbol ini merepresentasikan peran kader muda dalam membawa panji kebenaran dan ilmu pengetahuan dari generasi ke generasi.
3. Ritme Visual yang Terinspirasi Motif Batik
Ritme garis diagonal berbentuk kurva menyerupai huruf S disebut terinspirasi dari motif parang khas Kendal Jawa Tengah sebagai daerah tuan rumah Kongres XXI.
Bentuk tersebut menggambarkan ombak samudra yang terus bergerak. Filosofi ini menyimbolkan keteguhan, semangat pantang menyerah, dan kesinambungan perjuangan kader IPNU.
4. Bentuk Nyala Api
Nyala api merepresentasikan semangat juang kader yang dinamis dan pantang menyerah. Api juga menjadi simbol “Cahaya Peradaban” yang memberikan penerangan, kehangatan, kedamaian, dan kemanfaatan bagi masyarakat sekaligus melawan kebodohan dan kemunduran.
5. Bentuk Bintang dan Cahaya
Bintang yang memancarkan cahaya di bagian atas melambangkan asas ketuhanan, religiositas, dan ridha Allah swt sebagai orientasi tertinggi setiap kader. Dalam tradisi NU, bintang juga menjadi simbol penunjuk arah kebenaran.
Simbol ini mengingatkan bahwa setinggi apa pun intelektualitas dan sedinamis apa pun pergerakan kader IPNU, semuanya harus tetap berlandaskan akhlakul karimah dan nilai-nilai spiritualitas yang luhur.
6. Panah atau Arah ke Atas
Panah mengarah ke atas menjadi simbol orientasi masa depan, kemajuan, visi yang progresif, dan semangat transformasi organisasi. Simbol ini menggambarkan gerak organisasi untuk terus berkembang dan mencapai kemajuan demi peradaban bangsa.
Makna Filosofis Logo Kongres XX IPPNU
Selain IPNU, PP IPPNU juga menjelaskan makna filosofis logo Kongres XX IPPNU.
1. Pusaran Bunga Dinamis
Bentuk helai bunga yang berputar melambangkan pergerakan roda kaderisasi IPPNU yang tidak pernah berhenti. Lengkungan yang menyatu di bagian tengah mencerminkan komitmen pelajar untuk terus bertransformasi, berdaya, dan bergerak maju menghadapi tantangan zaman.
2. Motif Ornamen Batik Kendal
Guratan motif batik khas Kendal di setiap helai bunga merepresentasikan identitas daerah tersebut sebagai tuan rumah Kongres XX IPPNU. Secara filosofis, motif ini menegaskan bahwa kemajuan IPPNU harus tetap berakar pada nilai-nilai tradisi, kearifan lokal Nusantara, dan keanggunan budaya.
3. Tiga Bintang Emas
Tiga bintang yang bersinar secara bertingkat mengacu pada Tridarma IPPNU, yaitu belajar, berjuang, dan bertakwa. Warna emas melambangkan cita-cita luhur generasi muda NU dalam meraih kejayaan moral dan intelektual.
4. Lambang Resmi IPPNU
Penempatan lambang resmi IPPNU menegaskan komitmen ideologis organisasi terhadap akidah Islam Ahlussunnah wal Jamaah serta pengabdian kepada jam'iyah Nahdlatul Ulama.
5. Harmoni Warna
Perpaduan warna dalam logo IPPNU memiliki makna sebagai berikut:
Hijau: melambangkan kesuburan kaderisasi, kedamaian, dan identitas Nahdlatul Ulama.
Kuning emas: menyimbolkan optimisme, pencerahan ilmu pengetahuan, dan visi masa depan yang cerah.
Biru, oranye, dan merah muda: mencerminkan jiwa muda yang ramah, kreatif, adaptif, serta menjunjung semangat toleransi dalam keberagaman.